Ini dia, penampakan jet tempur Typhoon Tranche 4 pertama untuk Angkatan Udara Jerman
Tony Osborne/Aviation Week AIRSPACE REVIEW – Perusahaan kedirgantaraan Eropa, Airbus Defence & Space, secara resmi meluncurkan pesawat tempur Eurofighter Typhoon Tranche 4 pertama dari total 38 unit yang dipesan Jerman untuk Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe).
Seperti diberikatakan FlightGlobal, pengenalan jet tempur ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi kekuatan udara Jerman.
Pesawat kursi tunggal (single-seat) dengan nomor produksi GS0115 tersebut diperlihatkan kepada publik dalam acara Airbus Defence Summit yang berlangsung di fasilitas perakitan milik perusahaan di Manching, dekat Munich, Jerman.
Perwakilan dari Airbus menyatakan beberapa unit Typhoon Tranche 4 sebenarnya telah selesai diproduksi di fasilitas perakitan akhir Manching.
Kendati demikian, model terbaru ini masih belum melakukan penerbangan perdana. Uji terbang perdana tersebut dijadwalkan akan terlaksana dalam beberapa minggu ke depan.
Pengadaan jet tempur ini merupakan bagian dari program “Quadriga” yang disepakati Jerman pada November 2020 lalu, di mana Berlin memesan 38 unit pesawat Tranche 4.
Berdasarkan rencana awal, seluruh armada ini akan dikirimkan secara bertahap kepada Luftwaffe antara tahun 2025 hingga 2030.
Dari total pesanan tersebut, sebanyak 31 unit merupakan pesawat kursi tunggal (single-seat), sementara tujuh unit sisanya adalah versi kursi ganda (two-seat).
Kehadiran jet tempur Tranche 4 diproyeksikan untuk menggantikan armada Eurofighter Typhoon Tranche 1 yang saat ini masih dioperasikan oleh Luftwaffe.
Varian Tranche 1 dinilai sudah memiliki kapabilitas yang sangat terbatas untuk medan tempur modern.
Varian lama tersebut masih menggunakan radar Captor-M yang usang, memiliki keterbatasan dalam melakukan serangan ke target darat, serta memiliki ruang yang sangat terbatas untuk peningkatan sistem (upgrade).
Selain kontrak untuk 38 unit Typhoon Tranche 4 ini, Pemerintah Jerman juga terus memperkuat lini pertahanan udaranya.
Pada Oktober 2025, Jerman telah memesan batch tambahan sebanyak 20 unit Typhoon Tranche 5. Varian ini nantinya dipersiapkan secara khusus untuk menggantikan pesawat latih/tempur Tornado ECR dalam misi pengintaian dan perang elektronik (electronic warfare).
Nilai total dari kontrak pengadaan armada pesawat tempur tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3,75 miliar euro.
Dengan peluncuran Tranche 4 ini, Jerman selangkah lebih maju dalam memastikan kesiapan tempur udaranya dengan teknologi radar dan sistem avionik yang jauh lebih mutakhir untuk menghadapi tantangan geopolitik di masa depan. (RNS)

