Terobosan baru, Ukraina luncurkan drone kamikaze Hornet dari balon udara aerostat pada ketinggian 8.000 m
Kammen Taylor AIRSPACE REVIEW – Angkatan Bersenjata Ukraina dilaporkan sedang menguji coba drone jelajah Hornet yang diluncurkan dari balon udara aerostat untuk pertama kalinya.
Balon udara tersebut membawa drone sejauh 42 km sebelum melepaskannya dari ketinggian sekitar 8.000 m.
Operator Ukraina mengklaim taktik baru ini dapat memperluas jangkauan operasional Hornet dari 150 km menjadi sekitar 300 km, meskipun angka-angka ini belum diverifikasi secara independen.
Untuk diketahui, drone kamikaze Hornet yang dikembangkan oleh perusahaan Perennial Autonomy ini sebelumnya diluncurkan dari sistem ketapel pneumatik berbasis darat.
Belum banyak informasi mengenai spesifikasi Hornet. Diperkirakan drone memiliki bentang sayap sekitar 2 m, dan membawa muatan hulu ledak sekitar 5 kg.
Dibekali sistem penargetan yang dibantu kecerdasan buatan (AI), memungkinkan drone untuk mengklasifikasikan dan menyerang target secara otonom pada fase akhir penerbangannya.
Drone yang memiliki kecepatan maksimum100 km/jam ini dapat diandalkan untuk menghancurkan pos komando, sistem radar, kendaraan militer, pesawat yang di parkir, dan target penting lainnya.
Tergolong sebagai drone jelajah berbiaya rendah, dengan biaya per unit berkisar antara 5.000 hingga 12.000 USD, tergantung pada konfigurasinya.
Berdasarkan rekam jejaknya, Hornet telah digunakan oleh Korps Azov ke-1 Garda Nasional Ukraina sepanjang paruh pertama tahun 2026 ini.
Drone digunakan terutama untuk menyerang jalur pasokan tentara Rusia yang beroperasi di seluruh wilayah pertempuran di Donetsk. (RBS)

