Investasi Rp81,6 triliun, Emirates bangun hanggar MRO terbesar di dunia: Menampung 28 pesawat jumbo sekaligus

Armada pesawat badan lebar EmiratesEmirates

AIRSPACE REVIEW – Maskapai penerbangan global Emirates secara resmi telah memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan kompleks teknik dan pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul – MRO) generasi terbaru di Dubai South.

Tidak tanggung-tanggung, megaproyek ini menelan investasi fantastis sebesar 5,1 miliar USD (sekitar Rp81,6 triliun), menjadikannya sebagai fasilitas MRO terbesar dan paling modern di dunia.

Nilai investasi ini melonjak sangat masif dibandingkan rencana awal yang diumumkan pada tahun 2023 lalu yang hanya dianggarkan sebesar 950 juta USD.

Emirates kini mentransformasikannya menjadi sebuah ekosistem kedirgantaraan raksasa yang komprehensif demi mengukuhkan posisi Dubai sebagai pusat aviasi global terdepan.

Berdiri di atas lahan seluas 1,1 juta meter persegi di area Bandara DWC, kompleks teknik baru ini diproyeksikan menjadi salah satu bangunan terbesar di dunia berdasarkan volume, sekaligus akan menjadi struktur baja terbesar di seluruh wilayah Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Fasilitas ini dirancang dengan skala yang belum pernah ada sebelumnya di industri penerbangan. Kapasitas tampung mencapai 28 pesawat berbadan lebar (wide-body), menjadikannya satu-satunya kompleks di dunia yang memiliki hanggar perawatan terbesar.

Dari jumlah tersebut, dua hanggar disediakan secara khusus untuk pengecatan (painting) pesawat.

Hanggar yang dibangun ini juga merupakan hanggar terlebar tanpa tiang penyangga tengah (free-span) selebar 285 m.

Fasilitas ini dilengkapi dengan area bengkel khusus seluas 77.000 meter persegi, area logistik dan penyimpanan seluas 380.000 meter persegi, serta bengkel roda pendaratan (landing gear) khusus terbesar di dunia.

Kemudian gedung administrasi khusus dengan luas 50.000 meter persegi dan pusat pelatihan teknis seluas 15.000 meter persegi.

Proyek raksasa ini dikerjakan oleh kontraktor utama China Railway Construction Corporation (CRCC) bersama Artelia sebagai konsultan proyek.

Konstruksi akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada pertengahan tahun 2030.

Yang Mulia Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Ketua dan Kepala Eksekutif Emirates Airline and Group, menyatakan investasi fantastis ini adalah langkah krusial bagi masa depan penerbangan Dubai.

“Fasilitas baru ini memperkuat strategi integrasi vertikal Emirates Engineering dengan menyatukan lebih banyak keahlian, infrastruktur, produksi suku cadang, dan kapabilitas spesialis di bawah satu atap,” jelasnya.

Melalui kemandirian penuh ini, Emirates dapat melakukan modifikasi struktural, perbaikan kabin (retrofit), hingga konversi pesawat kargo secara mandiri.

Langkah ini menjadi solusi strategis untuk memangkas waktu tunggu perawatan pesawat dan memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi di tengah tekanan krisis rantai pasok global serta keterlambatan pengiriman pesawat baru yang saat ini melanda dunia.

Serap Ribuan Tenaga Kerja Baru

Di balik nilai investasinya yang besar, kompleks ini juga berkomitmen pada lingkungan hidup. Seluruh fasilitas di dalam proyek ini menargetkan sertifikasi LEED Platinum dan akan mengandalkan pemasangan panel surya di seluruh atap bangunan guna memasok energi bersih yang ramah lingkungan.

Selain itu, operasional pusat MRO terbesar dunia ini diharapkan dapat membuka ribuan lapangan kerja baru di Dubai bagi para teknisi, insinyur pesawat, spesialis komponen, hingga staf administrasi, yang akan semakin menggerakkan roda perekonomian kawasan tersebut. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *