Bocoran NYT: Israel dan AS kemungkinan akan menyerang Iran lagi pekan depan
USAF AIRSPACE REVIEW – Israel dan Amerika Serikat sedang melakukan persiapan paling intensif untuk kembali menyerang Iran, kemungkinan secepatnya minggu depan. Demikian disampaikan dua pejabat Timur Tengah kepada The New York Times (NYT) pada hari Jumat.
Menurut pejabat AS yang dikutip oleh NYT dan juga diberitakan oleh The Times of Israel, opsi untuk operasi lanjutan di Iran termasuk melancarkan kampanye pengeboman yang lebih intensif.
Disebutkan, sasaran yang akan menjadi target termasuk situs militer dan infrastruktur serta pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg.
AS juga akan menempatkan pasukan komando di daratan untuk mengekstrak material nuklir yang terkubur di bawah reruntuhan.
Seorang pejabat senior Israel juga dikutip oleh Channel 12, juga mengindikasikan bahwa Israel sedang mempersiapkan perang yang akan segera terjadi, dan menunggu Presiden AS Donald Trump untuk memutuskan bagaimana melanjutkan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri konflik.
“Amerika memahami bahwa negosiasi dengan Iran tidak akan menghasilkan apa-apa,” klaim pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.
“Kami bersiap untuk pertempuran selama beberapa hari hingga beberapa minggu dan menunggu keputusan akhir Trump. Kami akan tahu lebih banyak dalam 24 jam,” tambah pejabat itu.
Negosiasi yang dimediasi Pakistan, dan didukung oleh China, telah gagal mencapai kesepakatan antara AS dan Iran, dengan pembicaraan yang tersendat karena program nuklir Iran dan kendali pascaperang atas Selat Hormuz.
Pada hari Jumat, saat meninggalkan kunjungan dua hari ke China, Trump mengatakan dia akan menerima penangguhan program pengayaan uranium Iran selama 20 tahun jika Teheran memberikan jaminan yang “nyata”, dalam perubahan yang jelas dari tuntutannya sebelumnya agar Iran berjanji untuk menghentikan pengayaan secara permanen.
Persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Iran, sekitar 440 kg — cukup untuk sekitar sepuluh hulu ledak nuklir — diperkirakan telah dikubur setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir utama Iran selama perang Israel-Iran selama 12 hari pada Juni tahun lalu.
Israel dan AS melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari dalam upaya untuk menggoyahkan rezim dan menghancurkan program rudal balistik dan nuklirnya.
Setelah lebih dari dua bulan, melalui pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, Operasi Epic Fury, kampanye perang AS dalam menyerang Iran, resmi diakhiri.
Meski Operasi Epic Fury telah dihentikan, Amerika Serikat tidak menarik diri dari Timur Tengah. Sebagai gantinya, Washington meluncurkan inisiatif baru bertajuk Project Freedom. (RF)

