Tembus 110 km, sensor IRST KARAT pada KIZILELMA berhasil lacak target udara

KARAT IRST pada KIZILELMAIHA

AIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan Turkiye kembali menunjukkan taringnya dalam pengembangan teknologi pesawat tanpa awak.

Sensor pemantau panas (IRST) KARAT buatan ASELSAN yang terintegrasi pada UCAV Baykar KIZILELMA dilaporkan berhasil melacak target udara dari jarak yang sangat signifikan.

Berdasarkan laporan terbaru dari buletin bulanan ASELSAN (a-Bülten), dalam sebuah uji coba sistem KARAT sukses mendeteksi dan melacak pesawat komersial yang bertindak sebagai target peluang pada jarak 110 km.

Capaian ini membuktikan performa sensor pasif Turkiye kini setara dengan sistem yang digunakan oleh jet tempur berawak modern.

KARAT adalah bagian dari arsitektur sensor canggih KIZILELMA yang dirancang untuk pertempuran udara.

Selain KARAT, drone ini juga dilengkapi dengan radar AESA MURAD 100-A dan sistem bidik elektro-optik (EOTS) TOYGUN.

Integrasi IRST seperti KARAT memberikan sejumlah keunggulan taktis yang besar pada KIZILELMA.

Sebagai sensor pasif, KARAT tidak memancarkan gelombang radar, sehingga KIZILELMA dapat memburu musuh tanpa memicu peringatan pada sistem Radar Warning Receiver (RWR) lawan.

Artinya juga, KIZILELMA mampu mendeteksi target yang sulit ditangkap oleh radar konvensional, yaitu melalui jejak panas (inframerah).

Menyesuaikan dengan profil KIZILELMA sebagai pesawat low-observable, sensor KARAT memiliki desain luar dengan sudut-sudut tajam yang dirancang khusus untuk meminimalkan pantulan radar (RCS).

Hal ini memastikan fungsionalitas sensor tetap optimal tanpa mengorbankan kemampuan siluman pesawat.

Selain digunakan pada KIZILELMA, teknologi serupa rencananya akan dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat jet tempur generasi kelima Turki, KAAN, serta drone siluman ANKA-III. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *