Korea Selatan terima dua heli MH-60R Seahawk pertamanya, untuk memburu kapal selam Korea Utara

MH-60R SeahawkROKN

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Korea Selatan (ROK Navy) pada 1 April 2026, telah memulai pengerahan operasional dua MH-60R Seahawk pertamanya, dengan 10 helikopter tambahan menyusul secara bertahap.

Kehadiran helikopter buatan Sikorsky dari Amerika Serikat ini akan memberikan peningkatan besar dalam kemampuan perang antikapal selam dan antikapal permukaan ROK Navy, terutama menghadapi ancaman dari tetangganya Korea Utara.

MH-60R adalah helikopter antikapal selam dan peperangan permukaan yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut AS (USN), dioptimalkan beroperasi dari atas kapal perang permukaan.

Heli ini ditenagai oleh dua mesin turboshaf GE T700-GE-401C, yang dapat mencapai kecepatan maksimum 333 km/jam dan tetap berada di udara hingga empat jam dengan tangki bahan bakar tambahan.

MH-60R dibekali sistem misi canggih, mencakup radar multi-mode APS-153(V), sistem Sonar Frekuensi Rendah Udara (Airborne Low Frequency Sonar), dan sistem penargetan multispektral AN/AAS-44C(V).

Termasuk juga terminal Link 16, sistem navigasi GPS/inersia terintegrasi dengan perlindungan anti-spoofing, radio, transponder IFF, dan perangkat sonobuoy.

Secara operasional, paket tersebut menciptakan simpul sensor udara yang mampu mencari di atas dan di bawah permukaan air, mengklasifikasikan kontak, mempertahankan jejak, dan berbagi data dengan kapal dan jaringan sekutu.

Untuk persenjataannya, MH-60R dapat membawa torpedo ringan Mk 54 untuk Perang AntiKapal Selam (ASW) dan rudal antikapal AGM-119B Penguin untuk Perang Antikapal Permukaan (ASuW):

Persenjataan lainnya termasuk rudal udara ke permukaan serbaguna AGM-114 Hellfire dan senapan mesin yang terpasang di pintu seperti GAU-21 kaliber 12,7 mm atau M240D kaliber 7,62 mm. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *