Angkatan Laut AS meminta dana 7,3 miliar USD untuk pengadaan 785 rudal Tomahawk dan 540 rudal SM-6
US Navy AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (USN) dilaporkan telah meminta Kongres untuk pengadaan 785 rudal jelajah Tomahawk dengan anggaran sekitar 3 miliar USD dan 540 rudal SM-6 dengan anggaran sekitar 4,33 miliar USD untuk tahun fiskal 2027.
Seperti diketahui, USN telah banyak menghabiskan terutama rudal Tomahawk untuk serangan darat terhadap Iran dalam Operasi Epic Fury yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Sedangkan SM-6 digunakan untuk menghadapi terutama rudal balistik dan drone serang yang diluncurkan Iran.
Pengadaan baru ini untuk membangun kembali kekuatan dan menambah persediaan stok di gudang senjata yang mulai menipis.
Signifikansi dari kedua keluarga rudal ini terletak pada peran strategis mereka, terutama dari kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke yang membentuk tulang punggung operasi tempur armada saat ini.
Tomahawk adalah rudal jelajah serangan darat jarak jauh utama, yang diluncurkan dari Sistem Peluncuran Vertikal (VLS) Mk 41 dan mampu menyerang target lebih dari 1.000 mil laut jauhnya. Rudal meluncur dengan kecepatan 0,74 Mach.
Sementara SM -6 memiliki fungsi yang berbeda, namun sama pentingnya, merupakan rudal yang dirancang untuk pertahanan udara armada.
Jangkauan operasional SM-6 mencapai 460 km hingga 500 km dengan ketinggian maksimum 34.000 m, meluncur dengan kecepatan 3,5 Mach.
Jika Tomahawk mewakili jangkauan dan kapasitas serangan ofensif, maka SM-6 mewakili kemampuan defensif atau bertahan hidup dari ancaman udara yang terus-menerus datang menyerang. (RBS)

Sekitar 100 T yg boncos rakyat Amerika, yg diuntungan cuma Israel dan Trump.
Sekarang baru tahu. Amerika besar omong saja. Rasa in rudal Iran
. Bravoooo Iran, ko’ it looo Israel sama Trump peeeeet.
AS hanya jadi kacung israel dalam masalah perang ini. Bukannya untung malah buntung. Yang perang Israel yang rugi AS, kan lucu’ akibat pemimpin egois tanpa berpikir panjang.