Kurangi ketergantungan senjata dari AS, Prancis meluncurkan sistem MLRS FLP-T 150
Thales AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Prancis ArianeGroup dan Thales memperkenalkan konsep peluncur roket jarak jauh FLP-T 150 untuk menggantikan peluncur LRU Angkatan Darat Prancis yang sudah tua.
Sistem FLP-T 150 dirancang dapat menyerang target hingga jarak 150 km. Sistem ini akan memulihkan kemampuan serangan jarak jauh Prancis dan sekutu Eropa yang berdaulat tanpa komponen yang dikendalikan oleh ITAR Amerika Serikat.
Disebutkan, pelaksanaan uji luncur FLP-T 150 dijadwalkan selama paruh pertama tahun 2026, beberapa minggu sebelum uji penembakan resmi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Persenjataan Prancis pada Mei 2026.
Seperti halnya M142 HIMARS Amerika Serikat dan K239 Chunmoo dari Korea Selatan, FLP-T 150 akan menjadi peluncur roket multilaras bergerak.
Modul peluncurnya dipasang pada truk Mercedes-Benz Zetros 8×8. Total 7.000 kendaraan telah Prancis kepada Arquus (anak perusahaan John Cockerill) dan Daimler Truck.
Pod roket ini berisi delapan roket berpemandu yang disusun dalam dua baris masing-masing empat di dalam satu struktur kontainer.
Konfigurasi tersebut berbeda dari M142 HIMARS yang membawa pod roket enam sel, dan juga berbeda dari sistem K239 Chunmoo yang biasanya membawa dua pod independen dengan masing-masing enam roket.
Roket artileri untuk FLP-T 150 dikembangkan oleh ArianeGroup, merupakan amunisi darat ke darat berpemandu, dirancang untuk tetap efektif bahkan ketika sinyal navigasi satelit mungkin terdegradasi atau terganggu. (RBS)

