Jerman akan mengakusisi 500 sistem peluncur roket multilaras MARS 3, dengan roket berjangkauan 150 km
KNDS Deutschland AIRSPACE REVIEW – Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) mengajukan persetujuan kepada Parlemen untuk pengadaan 500 sistem peluncuran roket multilaras (MLRS) MARS 3 yang juga dikenal sebagai EuroPuls.
Secara paralel Kementerian Pertahanan Jerman sedang mempersiapkan kontrak amunisi skala besar, termasuk roket artileri dengan jangkauan 150 km, yang akan dikirimkan pada tahun 2030.
Ditambahkan, dalam jangka menengah hingga panjang, pengadaan roket atau rudal dengan jangkauan hingga 300 km – 500 km juga akan dipertimbangkan untuk dibeli.
Mengenai MARS 3 merupakan versi terbaru dari MARS 2 (Mittlere Artillerie Raketen System) yang dikembangkan bersama oleh Jerman, Prancis, dan Italia.
Sistem ini dirancang untuk beroperasi di berbagai domain, termasuk skenario serangan darat dan laut, dapat menembakkan berbagai roket dan rudal berpemandu.
Jerman sendiri berencana untuk menginterpretasikan MARS 3 dengan sistem pengendalian tembakan buatan dalam negeri, yang akan mempermudah integrasi berbagai jenis amunisi.
Kandidat rudal jarak jauh potensial untuk mempersenjatai MARS 3 termasuk yang sedang dikembangkan oleh MBDA Deutschland berjangkauan tembak 500 km.
Lalu rudal RBS15 dari Saab Swedia dan Rudal NSM (Naval Strike Missile) dari Kongsberg Norwegia, yang keduanya awalnya dirancang sebagai rudal antikapal.
Sebelumnya, pada Juli 2025, tiga perusahaan pertahanan yang terdiri KNDS Deutschland, Elbit Systems, dan Kongsberg telah berhasil melakukan uji tembak langsung pertamanya menggunakan NSM dari sistem MARS 3.
Uji coba tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas fleksibilitas operasional MARS 3 di luar peran serangan darat tradisionalnya. (RBS)
