Drone MQ-4C Triton AS terpantau beroperasi di atas Teluk Oman, mengawasi pergerakan militer Iran

MQ-4CNorthrop Grumman

AIRSPACE REVIEW – Berdasarkan informasi data pelacakan penerbangan sumber terbuka FlightRadar24.pada 26 Februari 2026, menunjukkan bahwa sebuah drone intai MQ-4C Triton Angkatan Laut AS (USN) melakukan misi pengawasan di atas Teluk Oman setelah mengudara dari Uni Emirat Arab.

Penerbangan drone ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) canggih tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran.

Data pelacakan penerbangan tersebut memperlihatkan MQ-4C membentuk orbit dengan durasi terbang lama di wilayah udara internasional di atas Teluk Oman, dekat garis pantai tenggara Iran dan jalur menuju Selat Hormuz.

Drone tersebut dilaporkan mempertahankan profil HALE (high-altitude long-endurance) yang khas, terbang pada ketinggian yang jauh di atas sebagian besar zona ancaman taktis Iran.

Selain MQ-4C, dilaporkan juga dua pesawat patroli maritim P-8A Poseidon USN secara bersamaan mengudara di wilayah luas, menunjukkan AS tengah mengerahkan paket ISR multi platform, nirawak dan berawak.

Mengenai MQ-4C Triton, drone jumbo ini dikembangkan oleh Northrop Grumman untuk USN berdasarkan RQ-4 Global Hawk yang telah dioperasikan oleh Angkatan Udara AS (USAF), yang dioptimalkan untuk pengawasan maritim area luas.

Pesawat ditenagai oleh satu mesin turbofan dan dirancang untuk beroperasi di atas ketinggian 50.000 kaki atau setara 15.240 m, dan sanggup beroperasi selama lebih dari 24 jam.

Dalam misinya, Triton dapat mencakup hamparan lautan yang luas dalam satu kali penerbangan sambil tetap berada di luar jangkauan ancaman rudal permukaan ke udara jarak pendek/sedang milik lawan.

MQ-4C dibekali dengan AN/ZPY-3 Multi-Function Active Sensor (MFAS), sebuah radar X-band active electronically scanned array (AESA) yang dioptimalkan untuk pengawasan maritim area luas, pencitraan synthetic aperture radar (SAR), dan klasifikasi detail kontak permukaan.

Drone juga dibekali sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR) dan muatan misi tambahan, termasuk rangkaian intelijen sinyal (SIGINT) dan terintegrasi melalui tautan data komunikasi satelit (SATCOM).

Sensor-sensor ini secara kolektif memungkinkan Triton untuk menghasilkan dan mempertahankan gambaran maritim yang komprehensif, melacak pergerakan kapal, mengidentifikasi anomali, dan mendukung fungsi indikasi dan peringatan (I&W) serta proses penargetan gabungan.

Dengan beroperasi di atas Teluk Oman, Triton dapat memetakan pola lalu lintas permukaan, memantau aktivitas Angkatan Laut IRGC, dan mempertahankan pantauan visual yang diperbarui, termasuk area yang terkait dengan infrastruktur rudal dan fasilitas militer.

Dengan terus memperbarui gambaran situasional ini, analis dapat mendeteksi penyebaran rudal, konsentrasi angkatan laut, atau perubahan postur pertahanan udara Iran.

Hal ini akan memperkuat pencegahan, memungkinkan keputusan penargetan yang cepat, dan meningkatkan manajemen eskalasi melalui peningkatan kesadaran situasional. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *