Lanskap perang global telah berubah, SBY ingatkan kembali Indonesia perlu membangun kekuatan udara yang dapat menangkal ancaman asing

Sukhoi dan F-16 TNI AUTNI AU

AIRSPACE REVIEW – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan Indonesia harus beradaptasi dengan era perang modern yang kini melibatkan kecerdasan buatan (AI), robotik, siber, dan strategi di luar pola pikir konvensional.

SBY mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan doktrin lama yang menitikberatkan pada angkatan darat. Dalam konteks ancaman saat ini, kekuatan udara menjadi faktor yang sangat menentukan.

Hal itu disampaikan SBY saat memberikan kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026

“Dunia AI, dunia robotik, dunia beyond conventional thinking, conventional warfare, kita harus siap. Jadi jangan takut,” kata SBY membeberkan pandangannya.

“Dulu kan seolah-olah untuk Indonesia diutamakan angkatan darat atau army. Sekarang, air power ini sangat penting,” lanjutnya.

SBY memberikan simulasi kritis mengenai kesiapan Indonesia jika terjadi serangan udara (air strike) yang menyasar pusat pemerintahan, Jakarta, atau pusat industri strategis seperti di Bandung dan di Surabaya

“Sekarang begitu ada air strike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain apa yang kita lakukan, Hayo?” tanya SBY dengan maksud bukan untuk menakut-nakuti.

Ia menilai doktrin Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata) yang dulu fokus pada perang gerilya dan pertahanan pantai perlu dikembangkan.

Ditgaskan bahwa teknologi militer saat ini memungkinkan musuh menyerang objek vital secara cepat dan langsung.

SBY juga menekankan perlunya pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keterampilan, serta penyusunan kebijakan yang adaptif untuk menghadapi peperangan hibrid (hybrid warfare).

Indonesia dituntut siap dalam segala lini, baik teknologi, doktrin, maupun militer konvensional. (RNS)

    Mungkin Anda juga menyukai

    7 Respon

    1. Risaldy Aridian berkata:

      Indonesia wajib punya rudal balistik dan pertahanan udara mirip irone dome atau s300 misalnya , dan juga harus punya rudal anti kapal selam maupun kapal induk , serta drone

    2. H. Ckoirul Anam berkata:

      Mebubudi dayakan pulau untuk pangkalan militer udara, laut, pulau di buat bangker peluncuran terpedo, jadi tidak perlu kapal Induk yang banyak biaya tetapi retensi umur pendek. Jika pulau di manfaat kan, manfaat jangka panjang itu jelas.

    3. Dedi Surianto berkata:

      Klo menurut saya negara bisa jadi kuat apabila lahir pemimpin bentangan besi,. Yg mampu membuat oligarki, pejabat, jendral, jaksa, pimpinan lembaga tinggi negara dan semua elit tunduk,. Klo tidak bisa diatur kirim ke tiang gantungan,. Setelah itu baru kita berbicara pembangunan sumber daya manusia dan sebagainya,.. klo tidak bisa di atur orang makin cerdas bukannya semakin berguna tapi malah jadi sumber penyakit bagi yang lainnya,..

    4. Kistaka Gilang berkata:

      Sebenarnya sudah dari dulu..Presiden Sukarno pernah menyatakan : “Siapa yg menguasai ruang udara, dia pemenangnya”.. pasca G30 S PKI kekuatan udara Indonesia berangsur angsur di lemahkan.. dan hal ini memang yg di inginkan Barat. Kekuatan Udara saat ini berkembang pesat, mulai dr pesawat tempur dengan pendukungnya (spt rudal, arhanud, radar, pesawat peringatan dini, tanker udara, serta aneka drone multiperan) wajib kita miliki

    5. Bejo berkata:

      Indonesia mesti memiliki sistem intelijen yg bisa mendeteksi ancaman serangan secara cepat akurat. Kekuatan di laut dan di udara mutlak diperbaharui

    6. Vecky Richard berkata:

      Benar kata Pak SBY, tapi tolong jangan lemah di laut kita, Pak…..
      Jangan-jangan penyusup permukaan air dan bawah air di laut kita sudah banyak dan biasa, juga mungkin sudah banyak sensor yang mereka tanam di laut kita………..

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *