Indonesia mengakuisisi empat pesawat Vulcanair AP68-600TP A-Viator dari Italia untuk Puspenerbal
Vulcanair AIRSPACE REVIEW – Indonesia dikabarkan telah memesan empat pesawat ringan AP68-600TP A-Viator yang diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan asal Italia, Vulcanair.
Pesawat ini akan digunakan dalam tugas penghubung dan patroli maritim dan akan dioperasikan oleh Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal).
Seperti diberitakan oleh Scramble Magazine (17/2), negosiasi untuk kesepakatan ini dimulai tahun 2022, dan kontraknya ditandatangani pada tahun 2023.
Ditambahkan, kesepakatan untuk empat pesawat A-Viator ini dapat diwujudkan setelah aspek keuangan diselesaikan pada 29 Januari 2026.
Untuk diketahui, Vulcanair mengambil alih hak atas seri P68 dari Partenavia pada tahun 1998. Seri awalnya mulai diproduksi tahun 1970 dan terus disempurnakan teknologinya, total dibangun lebih dari 400 pesawat.
Keluarga P.68 dirancang sebagai pesawat angkut dan latih ringan enam tempat duduk yang ditenagai oleh dua mesin mesin Lycoming TIO-360-C1A6D turbo berdaya 210 hp (157 kW).
Sementara varian terbaru AP.68TP-600 A-Viator dilengkapi dua mesin turboprop Allison 250 -B17C berdaya 328 hp (245 kW).
AP.68TP-600 memiliki dimensi lebih panjang 11,27 m dibandingkan dengan P68B yang 9,55 m, serta roda pendaratan yang dapat ditarik.
Sebagai tambahan informasi, saat ini Penerbangan mengoperasikan beberapa jenis pesawat sayap tetap, termasuk CN235 dan NC212 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia.
Pesawat lainnya adalah TB-9 Tampico GT dan TB-10 Tobago GT produksi Socata TB dari Prancis. Kemudian ada juga Piper PA-28 Archer DX 8 dan Beech G-36 Bonanza dari Amerika Serikat. (RBS)

Yah N-219 menangis di pojokan
Masih tanda tanya kenapa tidak melanjutkan lini produksi CN235 atau NC212