Tender kapal perusak siluman KDDX Korea Selatan diikuti dua perusahaan pertahanan
Istimewa AIRSPACE REVIEW – Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan telah mengadakan pengarahan pra-penawaran untuk program kapal perusak generasi berikutnya (KDDX) menjelang tender formal pada paruh pertama tahun ini.
Pengarahan pada 11 Februari 2026 tersebut bertujuan untuk menjelaskan garis besar program secara keseluruhan, persyaratan kinerja sistem senjata, dan jadwal pengadaan kepada calon yang mengikuti tender.
Program KDDX akan memilih kontraktor melalui proses penawaran kompetitif yang mencakup fase evaluasi proposal. Perusahaan yang terpilih akan bertanggung jawab atas desain detail dan konstruksi kapal pertama dalam kelas tersebut.
Selama sesi tersebut, DAPA membagikan perkiraan jangka waktu untuk pengumuman publik, pemberian kontrak, dan jadwal implementasi pasca kontrak.
Program KDDX ini adalah untuk mengembangkan kapal perusak rudal berpemandu siluman generasi berikutnya yang sedang dikembangkan untuk Angkatan Laut Republik Korea.
Untuk spesifikasinya, KDDX akan memiliki bobot 8.000 ton, dengan panjang keseluruhan sekitar 155 m, lebar 18,8 m dan draf 9,5 m.
Kapal perusak ini akan mengintegrasikan sistem senjata dan teknologi manajemen tempur yang sebagian besar dikembangkan di dalam negeri.
Untuk sistem persenjataannya, kapal bakal dilengkapi dengan Sistem Peluncuran Vertikal Korea (KVLS), yang memungkinkan peluncuran rudal jelajah serang darat Hyunmoo-3C dan rudal anti-kapal SSM-700K.
KDDX dirancang untuk menggantikan kapal perang permukaan yang sudah tua dan meningkatkan kemampuan pertahanan udara, antipermukaan, dan serangan jarak jauh.
Dua perusahaan pertahanan raksasa Negeri Ginseng ini mengikuti program KDDX ini, pertama adalah HD Hyundai Heavy Industries dan kedua Daewoo Shipbuilding & Marine (kini Hanwha Ocean).
Dalam gelaran MADEX 2019, kedua perusahaan telah memamerkan proposal mereka, dengan memamerkan model skala KDDX rancangan masing-masing. (RBS)


Indonesia jangan beli lagi alut sista dari Korea, setelah polemik KF 21 dan kapal selam kelas Chang Bogo yang bermasalah, semoga tidak tertarik dengan kapal perusak ini