Drone Bayraktar AKINCI sukses menguji coba bom konvensional MK-53 menjadi bom presisi menggunakan kit Gokce
Baykar AIRSPACE REVIEW – Pesawat serang nirawak Bayraktar AKINCI yang dikembangkan oleh Baykar dari Turkiye berhasil melakukan uji penembakan langsung menggunakan Kit Panduan Generasi Baru (NGGK).
Uji coba yang dilakukan di wilayah udara Konya tersebut menggunakan bom konvensional MK-83 yang telah dilengkapi dengan kit yang diberi nama Gokce.
Dalam uji coba tersebut, drone AKINCI mengudara dari Çorlu dengan kode panggilan KAYI01. Drone terbang menuju Konya untuk melakukan peluncuran amunisi langsung ke sasaran yang sudah ditentukan.
Integrasi dan demonstrasi langsung kit Gokce yang sukses tersebut menandakan kemajuan yang menentukan dalam pengembangan persenjataan presisi dan otonom Turkiye.
Dikembangkan oleh perusahaan TÜBİTAK SAGE, kit Gokce mengubah bom MK-83 konvensional seberat 1.000 pon menjadi senjata presisi.
Dilengkapi dengan sistem pemandu multimode, termasuk GPS/INS, dan laser, memastikan akurasi serangan dengan kesalahan melingkar (CEP) kurang dari 3 meter.
Amunisi dengan kit Gokce ini juga memiliki ketahanan terhadap gangguan elektronik dan kemampuan operasional di segala kondisi cuaca dan tingkat pencahayaan.
Pengembangan kit Gokce ini mengikuti jejak sistem panduan sebelumnya seperti HGK (Precision Guidance Kit).
Namun kit Gokce memperkenalkan peningkatan besar seperti integrasi pencari laser modular, perangkat lunak KKS/INS terenkripsi, dan kompatibilitas dengan drone seperti AKINCI dan platform berawak seperti jet tempur F-16 versi PO-III.
Tidak seperti sistem lama seperti kit JDAM buatan AS, Gokce menawarkan fleksibilitas yang lebih besar melalui adaptor BRU-57 untuk beberapa kali pelepasan dan penargetan ulang dinamis di tengah penerbangan. Hal ini mengoptimalkan muatan dan efektivitas biaya setiap sortinya. (RBS)
