Rusia akan memulai kembali produksi pesawat A-50U AWACS, karena kerugian yang signifikan selama perang dengan Ukraina

A-50UIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan negara Rusia Rostec berencana untuk memulai kembali produksi pesawat A-50 AWACS (Airborne Warning and Control System). Hal ini diungkapkan oleh Sergei Chemezov, CEO Rostec seperti diberitakan oleh TASS (29/1).

Inisiatif ini menjawab kebutuhan Angkatan Bersenjata Rusia, terutama digunakan untuk kemampuan pengawasannya, menyediakan data penting untuk komando dan kendali dalam operasi militer seperti yang terjadi saat ini dalam perang melawan Ukraina.

Pengembangan pesawat AWACS baru didasarkan pada varian A-50U, yang melibatkan kolaborasi antara perusahaan Vega dan TANTK yang dinamai GM Beriev, bagian dari Rostec.

Perlunya tindakan produksi baru ini sebagian disebabkan oleh hilangnya armada A-50U Angkatan Udara Rusia yang signifikan selama perang dengan Ukraina. Hal ini memengaruhi kesiapan operasionalnya.

Peristiwa ini telah menyebabkan penilaian ulang terhadap strategi penyebaran pesawat, mengakui nilainya lebih dari sekedar pengawasan sebagai aset komando dan kontrol yang komprehensif.

Selain itu, sejarah operasional A-50U, terutama integrasinya dengan sistem rudal antipesawat S-400, menggambarkan kegunaannya di Angkatan Bersenjata Rusia dalam mengidentifikasi dan melacak berbagai target.

Hal ini terbukti signifikan dalam konflik Ukraina, di mana kemampuan pesawat dalam mendeteksi ancaman udara dan darat dinilai penting.

Mengenai Beriev A-50, pesawat yang disebut NATO sebagai Mainstay ini adalah pesawat peringatan dan kendali dini udara yang dikembangkan semasa Uni Soviet masih berdiri. Radar terbang ini dibangun berdasarkan platform pesawat angkut Ilyushin Il-76. Prototipe A-50 pertama kali mengudara pada tahun 1978.

Sementara varian modern yang disebut sebagai A-50U, dikembangkan mulai tahun 2003, dengan uji negara dimulai pada 10 September 2008. Varian ini dilengkapi fitur avionik digital yang diperbarui, menggantikan versi analog lama, yang meningkatkan kecepatan pemrosesan data, pelacakan sinyal, dan deteksi target.

A-50U juga mencakup peningkatan fasilitas untuk awak pesawat, seperti tempat istirahat, fasilitas toilet, dan dapur. Pesawat A-50U pertama dikirim ke Angkatan Udara Rusia pada 31 Oktober 2011. Tercatat hingga September 2023, sudah ada delapan A-50U yang dikirimkan.

Selama Perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung selama dua tahun ini, Angkatan Udara Rusia sendiri telah kehilangan dua pesawat A-50-nya.

Sebelumnya pada 14 Januari 2024, pasukan Ukraina melaporkan mereka telah menembak jatuh A-50U pertama Rusia, disusul pesawat kedua pada 23 Februari 2024.

Tahun lalu, pada 28 Februari 2023, sebuah A-50 Angkatan Udara Rusia yang berpangkalan di dekat Minsk, Belarusia, dilaporkan telah diserang menggunakan drone bersenjata

Serangan ini dilakukan kelompok anti-pemerintah Belarusia, Bypol. Kelompok ini mengklaim berhasil merusak pesawat A-50 tersebut menggunakan dua drone dengan membawa bahan peledak. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *