Angkatan Darat AS tunjuk lima perusahaan untuk mengembangkan drone taktis generasi berikutnya
David Hylton AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Darat AS (US Army) mengumumkan bahwa mereka telah memilih lima perusahaan untuk membuat prototipe dalam kompetisi Future Tactical Unmanned Aircraft System (FTUAS) Increment 2 (INC 2).
Kelima perusahaan yang akan berkompetisi dalam membuat prototipe Rapid Prototyping Other Transaction Agreements (RP-OTA) itu adalah AeroVironment, Griffon Aerospace, Northrop Grumman, Sierra Nevada, dan Textron Systems.
Penghargaan didasarkan pada hasil evaluasi kompetitif dan bervariasi dari 1 juta hingga 25 juta dolar AS, tergantung pada seberapa jauh kemajuan Pemegang Perjanjian Proyek (Project Agreement Holder/PAH) melalui periode dasar dan opsi, seperti diberitakan Defence Blog (1/3).
Persyaratan FTUAS INC 2 meliputi independensi landasan pacu, titik lepas landas dan pendaratan, serta kemampuan Sistem Pesawat Tak Berawak (UAS) yang dapat digunakan dengan cepat.
Saat diterjunkan, FTUAS INC 2 akan memberikan keunggulan taktis yang berbeda dibandingkan sistem saat ini karena peningkatan kemampuan manuver melalui kemampuan tinggal landas dan mendarat secara vertikal (VTOL).
Juga peningkatan komando dan kontrol yang didukung oleh kemampuan On-the-Move (OTM), jejak transportasi dan logistik yang berkurang, serta secara signifikan karena berkurangnya tanda kebisingan.
Kehadiran FTUAS INC 2 akan meningkatkan kemampuan tim tempur brigade untuk melakukan operasi pengintaian dan pengawasan yang mengumpulkan, mengembangkan, dan melaporkan informasi intelijen dengan cepat.
FTUAS INC 2 ini terdiri dari lima fase pengembangan yang berbeda termasuk periode dasar dan empat opsi yang berlangsung antara tahun 2023 dan 2025.
-RBS-
