NATO hadir bukan untuk Ukraina, tapi untuk keamanan anggotanya

Pesawat E-3 Sentry AWACS NATONATO

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Banyak orang mempertanyakan ke mana NATO di saat Ukraina digempur oleh kekuatan besar Angkatan Bersenjata Federasi Rusia sejak Kamis (24/2/2022).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang awalnya yakin negaranya bakal mendapatkan tameng, seakan kena “prank” dari NATO karena dibiarkan sendiri melawan Rusia.

Sampai akhirnya ia pun tak kuasa “curhat” dalam pidatonya pada hari Jumat dini hari dengan mengatakan Ukraina ditinggalkan sendirian untuk membela negaranya.

“Kami ditinggalkan sendirian untuk membela negara kami,” lirih Zelensky seperti dikutip AFP.

“Siapa yang siap bertempur bersama kami? Saya tidak melihat siapa pun. Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO? Semua orang takut,” tambahnya.

Mendengar pidato Zelensky, bisa jadi NATO tersentil.

Tak berapa lama, Amerika Serikat sebagai deklarator sekaligus anggota dan “pembina” NATO memindahkan enam jet siluman F-35A USAF dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman ke dua negara Baltik yaitu Estonia, Lithuania, serta ke Rumania yang berbatasan langsung dengan Ukraina.

Masing-masing negara dikirimi dua pesawat jet tempur canggih generasi kelima buatan Lockheed Martin tersebut.

Namun yang menarik, tidak ada pernyataan dari AS maupun NATO bahwa kehadiran perkuatan pasukan di sekitar Ukraina adalah untuk membantu Kiev melawan Moskow.

Mereka hadir di sana karena untuk mengamankan wilayah negara anggota-anggota NATO dan sebagai kehadiran rutin untuk melaksanakan misi pemolisian udara (air policing). 

Melalui akun resminya pada hari Jumat NATO Early Warning & Control Force menulis: Setelah serangan Rusia di Ukraina, minggu ini kami mengirim mata NATO ke udara untuk memantau situasi di perbatasan timur Aliansi NATO. Pernyataan tersebut dibarengi dengan tanda pagar #WeAreNATO #WeAreAWACS.

Keesokan harinya pada Sabtu, akun NATOAWACS tersebut kembali menulis: NATO AWACS berkontribusi pada keamanan wilayah udara NATO dan membela Aliansi. Kami berdiri sebagai satu, kami waspada dan kami melindungi orang-orang kami, selalu. #WeAreNATO #WeAreAWACS

Pada unggahan tersebut, NATOAWACS menyertakan foto-foto pesawat E-3 Sentry mereka.

Tampak berjejer empat pesawat di apron sebuah bandara. Sementara foto lainnya memperlihatkan pesawat-pesawat tersebut sedang airborne menuju tujuannya.

Di hari yang sama, kali ini akun NATO sebagai induknya menulis: Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi dan membela setiap Aliansi #NATO.

Mengapa bukan membela Ukraina? Karena jelas, Ukraina bukanlah anggota NATO.

-RNS-

Leave a Reply

Your email address will not be published.