Mengenal industri kedirgantaraan Jepang (1): Fuji Heavy Industries (Subaru Corp.)

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah Perang Dunia ll usai dan Jepang menyerah kalah kepada Sekutu, industri kedirgantaraan turut goyah dan beberapa di antaranya runtuh alias tutup untuk selamanya.

Di antara yang dapat terus bertahan dan kembali bangkit adalah Nakajima Aircraft Company, salah satu pemasok pesawat tempur dan bomber terkemuka ke pemerintah Jepang selama Perang Dunia II.

Setelah Desember 1945, Nakajima dibubarkan oleh pemerintah Pendudukan Sekutu di bawah undang-undang Keiretsu. Namun tahun 1953 sebagian kegiatan usaha mulai beroperasi kembali di bawah naungan Fuji Heavy Industries (FHI) sebagai penerusnya.

FHI sendiri didirikan tanggal 15 Juli 1953 oleh lima perusahaan Jepang yakni Fuji Kogyo, Fuji Jidosha Kogyo, Omiya Fuji Kogyo, Utsunomiya Sharyo, dan Tokyo Fuji Sangyo. Usaha patungan ini bergerak sebagai produsen peralatan transportasi seperti mobil, kereta, juga pesawat terbang.

Fuji T-7

Pada Mei 2016, FHI mengubah namanya menjadi Subaru Corporation, dengan perubahan efektif 1 April 2017. Logo Subaru digunakan sebagai lambang resmi perusahaan.

Saat ini, Subaru Corp. membuat mobil merek Subaru dan divisi kedirgantaraannya memproduksi pelatih latih, helikopter, UAV dan drone target serta komponen pesawat seperti sayap tengah jet Boeing 777 dan Boeing 787.

Berbicara produk pesawat terbang, divisi kedirgantaraan FHI telah memasok kebutuhan untuk militer Jepang sejak 1950-an baik sayap tetap maupun jenis helikopter. Pesawat latih militer untuk Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF) mulai dari Fuji LM-1 Nikko (1955), Fuji KM-2 (1962), dan jet latih pertama Jepang Fuji T-1 (1958). Menyusul pesawat latih dasar Fuji T-3 (1974), Fuji T-5 (1984) dan yang terbaru T-7 (1998).

Fuji-Boeing AH-64DJP.

Untuk Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF), FHI memasok helikopter angkut dan serang berdasarkan lisensi Bell Helicopters yakni UH-1J Iroquois dan AH-1J Cobra sejak 1970.

Selanjutnya helikopter penerusnya juga berdasarkan lisensi yakni Fuji-Boeing AH-64DJP Apache tahun 2001 dan helikopter angkut serbaguna Subaru-Bell UH-X tahun 2014.

FUJI TACOM.

FHI juga membuat pesawat penumpang sipil ringan Fuji FA-200 Aero Subaru (1965) dan Fuji/Rockwell Commander 700 (1975). Serta pesawat tanpa awak Fuji TACOM (TAyouto COgata Mujinki = multi-role small UAV) yang diluncurkan dari udara (1995).

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *