Setelah mengabdi 50 tahun, Austria pensiunkan Saab 105OE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah mengabdi selama setengah abad, Angkatan Bersenjata Austria secara resmi pensiunkan jet latih yang juga berfungsi sebagai pembom tempur ringan, Saab 105OE, pada 31 Desember 2020.

Dalam penerbangan terakhirnya, satu jet milik Angkatan Udara Austria (Österreichische Luftstreitkräfte) ini diberi corak khusus, “50 tahun melayani Austria”.

Saab 105OE terbang perdana pada 29 Juni 1963 dan mulai digunakan pada 17 Juli 1967.

Kisah pembuatan Saab 105 dimulai pada awal 1960-an di mana Saab mencoba mengembangkan pesawat jet pribadi yang cepat untuk kebutuhan pengusaha.

Akan tetapi, spek yang dibuat ternyata tidak memenuhi keinginan pasar sipil.

Sebaliknya, Angkatan Udara Swedia (Flygpavnet) menunjukkan minatnya untuk menggunakan pesawat ini sebagai pesawat latih jet dan pembom tempur ringan.

Di Swedia jet ini diberi kode Sk 60. Selain digunakan oleh militer dalam negeri, pesawat ini juga diminati oleh Angkatan Bersenjata Austria yang kemudian pada 1969-1970 membeli 40 Sk 60 dan mengganti kodenya menjadi Saab 105OE.

Perbedaan utama antara Sk 60 dan Saab J 105OE, terletak pada mesin yang digunakan. Yaitu mesin General Electric J85-GE-17B yang lebih kuat hampir dua kali liat, menggantikan  mesin lama Williams-Rolls FJ44-1C.

“Ini adalah akhir dari era yang mengesankan. Hanya berkat kinerja luar biasa dari teknisi kami dan para pilot yang menguasai jet ini dengan sempurna, memungkinkan untuk operasi penerbangan yang begitu lama dan aman,” kata Menteri Pertahanan Klaudia Tanner.

Informasi menyebut, peran Saab 105OE saat ini akan diteruskan oleh 15 jet tempur Eurofighter Typhoon. Jet ini pula yang beberapa waktu dinyatakan akan dijual ke Indonesia.

Baca Juga: Austria nyatakan siap jual Typhoon ke Indonesia, Jakarta siap?

Tercatat, armada Saab 105OE yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Austria telah membukukan 156.500 jam terbang dan melaksanakan 254.000 misi.

Untuk diketahui, Saab 105 hanya digunakan oleh AU Swedia dan AU Austria. Total pesawat yang berhasil diproduksi sebanyak 192 unit. Flygvapnet masih menggunakan pesawat ini.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *