AU Pakistan resmikan 14 JF-17 Block II tambahan dan luncurkan produksi JF-17 Block III

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Udara Pakistan (PAF) menerima pesawat tempur kursi ganda JF-17 Thunder Block II dan sekaligus meluncurkan produksi JF-17 Blok III pada 30 Desember 2020 lalu.

Pada kesempatan itu PAF meresmikan penggunaan 14 JF-17 Block II hasil pengembangan bersama Pakistan dan China di fasilitas Pakistan Aeronautical Complex (PAC), Kamra, dekat ibu kota Islamabad.

Upacara dihadiri oleh Panglima PAF Marsekal Mujahid Anwar Khan dan Duta Besar China untuk Pakistan Nong Rong.

Anwar memberi selamat kepada PAC dan China National Aero-Technology Import and Export Corporation (CATIC) atas keberhasilan penyelesaian produksi JF-17 dalam waktu singkat.

Ia mengatakan, peresmian JF-17 Thunder di jajaran PAF merupakan kemajuan yang signifikan dan tonggak kemandirian.

PAF dalam rilisnya mengatakan, empat belas JF-17 Block II tersebut akan digunakan oleh PAF sebagai jet latih lanjut untuk melatih para pilot tempurnya.

Baca Juga: 36 Rafale tidak cukup, India masih berpikir JF-17 Pakistan dan rudal PL-15

Sementara JF-17 Block III dikatakan sebagai jet tempur multiperan terbaru yang kapabilitasnya setara dengan jet tempur Rafale yang baru dimiliki oleh India.

Lebih dari 100 JF-17 Block I dan Block II sudah diterima oleh PAF

PAC di Kamra sejak 2009 telah mengirimkan lebih dari 100 pesawat JF-17 Block I dan Block II kepada PAF.

Jet multiperan bermesin tunggal ini mampu membawa hingga 3.630 kilogram (8.000 pon) persenjataan.

JF-17 Block II memiliki radius tempur 1.350 km dan terbang dengan kecepatan maksimum 2.200 km/jam.

Baca Juga: AU Myanmar Terima 2 JF-17B dan Persenjataan JF-17M dari China

Berbeda dengan versi sebelumnya, JF-17 Block III merupakan jet tempur kursi tunggal. Pesawat dilengkapi dengan seperti sistem tampilan dan penglihatan di helm (HMD/S), tampilan multifungsi panel tunggal (MFD) baru, radar active electronically-scanned array (AESA) NRIET KLJ-7A, pencarian dan pelacakan inframerah (IRST), dan tongkat kontrol penerbangan di samping.

Pesawat lebih banyak menggunakan material komposit, mesin baru, dan opsi kokpit dua tempat duduk, dengan kecepatan tertinggi 2.0+ Mach.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *