Ada wabah virus Corona, Black Eagle belum pastikan hadir di Singapore Airshow

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tim Aerobatik Angkatan Udara Korea Selatan, Black Eagle, belum memastikan akan hadir atau tidak di ajang Singapore Airshow 2020 pada 11-16 Februari mendatang.

Awalnya, Black Eagle memang akan tampil mengisi acara flying display di pameran kedirgantaraan dua tahunan ini.

Diberitakan Yonhap News Agency, rencana keberangkatan Black Eagle pada Kamis mendatang pun ditunda.

Rencana sebelumnya, tim akan berangkat pada Kamis dan tiba di Singapura pada Selasa setelah singgah terlebih dahulu di Taiwan, malaysia, dan beberapa negera Asia Tenggara lainnya.

“Jadi tidaknya (Black Eagle) tampil di Singapore Airshow tahun ini masih masih dipertimbangkan,” tulis Yonhap mengutip sumber militer.

Pihak militer Korea Selatan sendiri saat ini melakukan karantina terhadap para personel militernya yang baru kembali dari China.

Seoul juga menerapkan aturan larangan bepergian ke China untuk keperluan yang tidak esensial.

Adapun Black Eagle, tim aerobatik berkekuatan delapan pesawat T-50B ini dibentuk pertama kali pada 1 Oktober 1953. Pesawat pertama yang digunakan adalah P-51 Mustang (1953-1954).

Seiring perjalanan waktu, Black Eagle sempat diaktif-nonaktifkan keberadaannya.

Demikian juga dengan pesawat yang digunakan berganti. Mulai dari T-33 Shooting Star (1956-1959), F-86 Sabre (1959-1966), F-5A Freedom Fighter (1966-1978), A-37B Dragonfly (1994-2007), dan T-50B Golden Eagle (2009-sekarang).

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *