Au Revoir, Superjumbo! Air France Akan Pensiunkan Seluruh A380 Tahun 2022

AIRSPACE-REVIEW.com – Masa sunset pesawat komersial Airbus A380 sepertinya sudah mulai tampak di depan mata. Secara perlahan jet komersial empat mesin dengan julukan Superjumbo ini dipensiunkan satu per satu oleh maskapai-maskapai besar dunia.

Kehadiran generasi penerus pesawat badan lebar dua mesin seperti A350 dan A330neo dari Airbus maupun keluarga Triple Seven terbaru dan Dreamliner dari Boeing yang lebih efisien dan berkapasitas optimal, menggeser eksistensi A380.

Adalah Air France, flag carrier Perancis yang baru saja mengumumkan akan memensiunkan seluruh 10 unit A380 yang dioperasikannya pada 2022. Sebagian dari jumlah tersebut merupakan milik sendiri dan lainnya merupakan pesawat sewaan dari pihak ketiga.

Mengutip pemberitaan FlightGlobal.com (30/7), Air France-KLM menyatakan kesulitan untuk menjual kapasitas kursi A380 seiring dengan kompetitifnya persaingan antarmaskapai. Terlebih dengan hadirnya pesawat-pesawat yang lebih efisien tadi.

Dijelaskan, konsumsi avtur per kursi pada A380 lebih tinggi 20-25 persen dibanding pesawat-pesawat generasi baru di kelas long-haul twinjets.

Belum lagi dari sisi perawatan, kebutuhan untuk A380 lebih tinggi dibanding pesawat lainnya. Penyesuaian kabin A380 agar sesuai harapan penumpang, juga menyebabkan biaya tinggi yang cukup menguras dompet perusahaan.

Air France sendiri sebelumnya telah melakukan pemesanan 28 A350 kepada Airbus di mana pesawat pertama akan diterima pada September mendatang.

A380
Bloomberg

Airbus memulai rancangan superjumbo A380 pada 1988 dan mengumumkannya kepada publik pada 1990. A380 dibuat Airbus guna meruntuhkan dominasi Boeing 747 “Queen of the Skies”.

Proyek yang dimulai dengan kode A3XX ini menghasilkan prototipe pertama pada 18 Januari 2005. Selanjutnya, A380 mengudara perdana pada 17 April 2005.

Singapore Airlines (SQ) menjadi launch customer A380 dengan menerima pesawat ini pada 15 Oktober 2007 dan mengoperasikannya mulai 25 Oktober 2007.

Empat pesawat pertama A380 yang digunakan oleh SQ hanya dioperasikan selama satu dekade. Setelah itu pesawat dikembalikan kepada perusahaan yang menyewakannya.

Hingga Februari 2019, Airbus telah mengantongi 290 pesanan pasti A380 di mana 235 di antaranya telah diserahkan kepada para pemesan.

Emirates merupakan operator terbesar A380 di dunia dengan mengoperasikan 109 A380 dari 123 unit yang dipesan maskapai kaya asal Dubai, Uni Emirat Arab ini.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *