Blue Angels Akan Gunakan F/A-18E/F Super Hornet

ANGKASAREVIEW.COM – Tim aerobatik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy – AL AS) Blue Angels bakal diperkuat jet F/A-18E/F Super Hornet guna menggantikan armada lawas F/A-18 Hornet. Sebelas Super Hornet AL AS terdiri dari 9 F/A-18E dan 2 F/A-18E telah disiapkan untuk dimodifikasi oleh Boeing untuk armada baru Blue Angels.

Kontrak pengerjaan modifikasi telah diterima oleh Boeing dengan nilai 17 juta dolar AS. Demikian diumumkan oleh Departemen Pertahanan AS (DoD) pada 13 Agustus 2018.

Pengerjaan akan dilaksanakan di fasilitas Boeing di St. Louis, Missouri dan dijadwalkan selesai pada Desember 2021.

Sobat AR, sebagaimana diketahui, jet tempur yang digunakan untuk tim aerobatik akan menjalani modifikasi terlebih dahulu karena pesawat ini tidak membutuhkan perangkat-perangkat perang yang otomatis akan menambah bobot pesawat.

Dibandingkan dengan Hornet, Super Hornet berukuran 25% lebih besar dan memiliki daya jelajah 40% lebih jauh dari pendahulunya. Pesawat yang diproduksi mulai tahun 1995 ini juga memiliki kapasitas angkut senjata lebih banyak.

Pengerjaan modifikasi antara lain meliputi pencopotan kanon internal di bagian depan pesawat dan penambahan tanki smoke-oil serta instalasi pedal yang sesuai untuk kontrol kemudi agar pesawat bisa diajak bermanuver lebih lincah mendukung formasi-formasi terbang.

US Navy
Setelah dimodifikasi, tidak berarti Super Hornet ini tak bisa diajak lagi berperang. AL AS mengatakan, cukup dibutuhkan 72 jam saja agar pesawat kembali siap digunakan untuk fungsi tempur dari dek kapal induk.

Blue Angels didirikan tahun 1946. Pesawat F/A-18A/B/C/D digunakan tim aerobatik ini sejak tahun 1986.

Pada setiap tampilannya, Blue Angels menggunakan enam pesawat kursi tunggal. Adapun kursi tandem (F/A-18B atau F/A-18D atau yang terbaru F/A-18F) sebagai pesawat ke-7, disediakan untuk keperluan tambahan seperti membawa fotografer agar bisa mengabadikan manuver-manuver indah dalam jarak rapat dari dalam kokpit.

Bisa juga untuk membawa narator tim atau pejabat-pejabat tertentu yang hendak ikut sebagai backseater.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *