Jepang dapat lampu hijau dari AS untuk pembelian rudal SM-6 Block I
US Navy AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Jepang telah mendapatkan lampu hijau dari Departemen Luar Negeri AS untuk pembelian rudal Standard Missile 6 (SM-6) Block I dan peralatan terkait.
Hal tersebut diumumkan oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) Kementerian Pertahanan AS di lamannya pada 20 Oktober lalu.
DSCA selanjutnya menyampaikan sertifikasi yang diperlukan untuk memberi tahu Kongres tentang kemungkinan Penjualan Militer Asing (FMS) dengan taksiran senilai 450 juta dolar AS tersebut.
Sebelumnya, pemerintah Jepang telah meminta untuk membeli hingga 32 rudal SM-6 Block I (dalam dua tahap 16), tabung MK 21 Vertical Launch System (VLS), rekayasa keusangan, integrasi dan aktivitas pengujian, peralatan penanganan tabung, suku cadang, peralatan/bantuan pelatihan, publikasi/data teknis, layanan dukungan teknis dan logistik pemerintah AS dan kontraktor, serta elemen terkait lainnya.
DSCA menyatakan, penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu utama yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.
Kontraktor utama dari program FMS ini adalah Raytheon Missiles and Defense (RMD), Tucson, Arizona.
Tidak ada kesepakatan offset yang diusulkan sehubungan dengan potensi penjualan ini, tulis DSCA.
Mengenai SM-6, rudal ini juga dikenal dengan nama RIM-174. Ini adalah rudal pencegat anti-udara dan anti-permukaan yang diluncurkan dari kapal.
SM-6 memiliki kemampuan pertahanan terminal anti-udara dan anti-permukaan yang berbasis laut.
Rudal ini dapat mencegat rudal balistik dan rudal jelajah.
Rudal SM-6 pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut AS pada Desember 2013.
Tahun 2016, rudal SM-6 berhasil mencapai target permukaan pertamanya.
Rudal ini memperkuat konsep Angkatan Laut AS tentang penyebaran mematikan, kemampuan untuk menyerang dari kapal atau posisi manapun.
Rudal SM-6 ditawarkan dalam tiga varian yaitu SM-6 Block I, SM-6 Block IA, dan SM-6 Dual I.
Varian SM-6 Block I awalnya dikerahkan di atas kapal perusak aegis, yang dibangun di sekitar sistem tempur aegis.
Varian baru ini didukung oleh pendorong roket yang sangat canggih dan motor roket yang canggih. Ia telah melalui sejumlah tes dan berhasil mencegat rudal jelajah.
-Jaden-
