Intip UCUV, Drone Bawah Laut Otonom Prancis Berbobot Lebih 10 Ton
Naval GroupAIRSPACE REVIEW – Badan Inovasi Pertahanan Prancis secara resmi menandatangani kontrak dengan Naval Group pada 3 November 2026 untuk menggarap prototipe eksperimental drone bawah laut tempur berukuran besar yang dinamai UCUV (Unmanned Combat Underwater Vehicle). Langkah ini diambil guna memvalidasi berbagai teknologi kunci sebelum memasuki tahap produksi massal.
UCUV tergolong dalam kelas Extra-Large Unmanned Underwater Vehicle (XL-UUV), yakni wahana bawah laut otonom berukuran besar yang dirancang untuk beroperasi secara mandiri dalam durasi panjang tanpa awak. Wahana tak berawak bawah air ini disiapkan untuk mengemban misi pengintaian, pengawasan, deteksi ancaman bawah air, hingga pengawalan gugus tugas kapal induk, kapal permukaan, dan kapal selam.
Berdasarkan spesifikasi awal dari Kementerian Pertahanan Prancis, platform ini akan memiliki panjang lebih dari 10 meter dengan bobot melebihi 10 ton. Meski demikian, spesifikasi akhir, nilai kontrak, serta jumlah unit yang dipesan masih dirahasiakan oleh pihak berwenang.
Spesifikasi Operasional
Selain mampu diluncurkan dari dermaga maupun kapal permukaan, UCUV dirancang untuk dapat diangkut melalui moda transportasi udara. Drone berukuran raksasa ini juga dibekali kemampuan untuk menyebarkan dan memulihkan (deploy and recover) drone bawah laut berukuran lebih kecil saat beroperasi di laut lepas.
Naval Group akan menanamkan sistem pengambilan keputusan otonom Steeris sebagai otak pengendali UCUV. Perangkat lunak cerdas ini memungkinkan drone melaksanakan misi jangka panjang tanpa membutuhkan kontrol jarak jauh secara terus-menerus, meski kendali tertinggi tetap berada di tangan operator manusia.
Selain mampu menyesuaikan rute pelayaran secara mandiri saat berhadapan dengan dinamika situasi taktis, perubahan lingkungan, atau potensi kegagalan teknis, sistem ini juga dirancang untuk terus berinteraksi dan berkoordinasi dengan platform berawak maupun tanpa awak lainnya, bahkan dalam kondisi komunikasi yang terbatas.
Berbasis Proyek Eksperimental OUDD
Pengembangan UCUV bukanlah hal yang benar-benar baru. Naval Group telah menguji coba teknologi dasarnya sejak 2023 memanfaatkan platform eksperimental OUDD (Oceanic Underwater Drone Demonstrator) atau DDO yang didanai secara mandiri. Versi XL-UUV yang telah ditingkatkan tersebut sukses menjalani uji coba laut pada 2023 untuk menguji navigasi otonom, sistem daya, serta integrasi peralatan spesialis.
Tahap berikutnya dari proyek ini adalah membangun platform eksperimental utuh guna mengevaluasi kemahmampuannya dalam operasi maritim dunia nyata. Uji coba laut (sea trials) untuk prototipe UCUV ini dijadwalkan berlangsung pada tahun 2028.
Hasil evaluasi dari uji coba tersebut nantinya akan menjadi landasan utama bagi Angkatan Laut Prancis dalam menentukan arah kebijakan serta pengembangan sistem kapal tempur tanpa awak di masa depan. (RNS)
