Modifikasi Platform Marineon Selesai, Helikopter Serang MAH Segera Dilengkapi Fitur MUM-T
KAIAIRSPACE REVIEW – Korea Selatan resmi menyelesaikan pengembangan helikopter serang marinir terbarunya, Marine Attack Helicopter (MAH), setelah memungkas seluruh rangkaian uji coba sistem persenjataan dan kelayakan terbang. Pengumuman bersejarah ini disampaikan dalam upacara resmi di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon pada 28 Oktober 2026, menandai lompatan signifikan bagi kapabilitas tempur Korps Marinir Korea Selatan (ROKMC).
Helikopter MAH dirancang khusus untuk mengawal operasi amfibi, menyediakan dukungan tembakan udara jarak dekat (CAS) saat pendaratan pasukan, serta mengawal helikopter angkut personel. Selain misi serangan darat, MAH dibekali kemampuan tempur udara ke udara untuk menghancurkan helikopter lawan maupun pesawat nirawak (drone), ancaman yang kian dominan dalam doktrin perang modern.
Menggunakan Basis MUH-1 Marineon
Pengembangan MAH menggunakan basis platform MUH-1 Marineon, yang merupakan varian amfibi dari helikopter KUH-1 Surion buatan KAI. Kendati mempertahankan arsitektur dasar platform Marineon, MAH mendapat modifikasi struktural mendalam dan penambahan sistem khusus helikopter serang, seperti pembesaran stub wing (sayap samping) untuk gantungan senjata dan perangkat eksternal.
Kelengkapan persenjataan MAH mencakup kanon putar kaliber 20 mm pada kubah (turret) bawah hidung, roket 70 mm (baik varian tak dipandu maupun roket terpandu presisi), serta rudal jelajah udara ke permukaan Cheon Geom buatan dalam negeri yang tangguh untuk memburu tank dan kendaraan lapis baja. MAH juga telah sukses menuntaskan uji tembak rudal udara ke udara guna memperkuat pertahanan diri serta mengamankan formasi helikopter angkut pendarat.
Untuk mendukung akurasi serangan siang dan malam, MAH dilengkapi Target Acquisition and Designation System (TADS) canggih. Data bidikan dari TADS terintegrasi langsung dengan Helmet-Mounted Display (HMD) pada helm pilot, memungkinkan penguncian target dan eksekusi penembakan dilakukan dengan sangat cepat dan intuitif.
Mampu Kendalikan Drone Pengintai Kecil
Program MAH dipimpin oleh Badan Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) bermitra dengan KAI. Diluncurkan pada Oktober 2022 dengan nilai investasi mencapai 450 miliar won (337 juta USD atau sekitar Rp5,24 triliun ), prototipe MAH melakukan penerbangan perdana pada Desember 2024 sebelum memasuki fase uji klinis sistem dan pengujian ruang udara.
Sebagai helikopter berbasis kapal induk, MAH telah melewati pengujian ketat operasional laut, termasuk ketahanan material terhadap korosi air garam serta simulasi lepas landas dan mendarat di atas geladak kapal dok amfibi (LHD/LPD).
KAI juga menyiapkan pengembangan masa depan berupa integrasi Manned-Unmanned Teaming (MUM-T), yang memungkinkan MAH mengendalikan drone pengintai kecil untuk melakukan rekognisi area berbahaya tanpa harus mempertaruhkan keselamatan awak helikopter.
Helikopter serang amfibi ini memiliki panjang sekitar 19 meter (termasuk putaran rotor) dan bobot lepas landas maksimum (maximum takeoff weight) mencapai 8.709 kg. MAH resmi mengantongi penilaian kualifikasi tempur pada Juli 2026 dan sertifikasi kelayakan terbang (airworthiness certification) pada Agustus 2026.
KAI dijadwalkan memulai produksi massal MAH pada tahun 2027 dengan pesanan awal diperkirakan mencapai 20 unit. Kehadiran MAH akan memberikan Korps Marinir Korea Selatan kemandirian armada helikopter serang amfibi murni, sekaligus memperkuat modernisasi kekuatan proyeksi amfibi Seoul di kawasan Pasifik. (RNS)
