AS Pasang Komunikasi Satelit Starshield di 9 Pesawat C-17 Globemaster III, Apa Kelebihannya?

USAF C-17A Globemaster IIIUSAF
Pesawat angkut C-17A Globemaster III.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah memulai program modernisasi pada armada pesawat angkut berat C-17 Globemaster III dengan mengintegrasikan sistem komunikasi satelit (satcom) Starshield. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pertukaran data misi secara waktu nyata saat pesawat berada di udara, sehingga awak pesawat dapat merespons perubahan kebutuhan angkutan udara secara cepat dan mengoordinasikan pengiriman logistik ke pasukan yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurut laporan San Antonio Express-News, Boeing telah menyelesaikan instalasi sistem satcom berbasis satelit tersebut pada sembilan unit C-17 di fasilitas Port San Antonio. Integrasi ini merupakan bagian dari program awal yang mencakup 19 unit pesawat transpor dengan jadwal pengerjaan hingga Maret 2027. Dalam proyek ini, Sierra Nevada Corporation bertindak sebagai penyedia perlengkapan Starshield dan integrasi Airlift/Tanker Open Mission Systems (ATOMS) beserta paket instalasinya.

Peningkatan konektivitas di udara ini menjawab kebutuhan krusial mobilitas udara militer AS dalam menjaga komunikasi awak pesawat saat melakukan pengangkutan pasukan dan peralatan tempur jarak jauh.

Melalui koneksi satelit yang lebih andal, awak C-17 dapat menerima instruksi tugas yang diperbarui, menyesuaikan perubahan prioritas muatan, atau mengoordinasikan jadwal kedatangan ketika kondisi di pangkalan tujuan berubah mendadak.

Dukung Operasi Terdistribusi

Fleksibilitas ini sangat vital dalam mendukung operasi terdistribusi (dispersed operations), di mana pasukan darat bergantung pada pasokan logistik yang berpindah antar-lokasi terpisah secara geografis. Komunikasi yang terjalin saat penerbangan dapat meminimalkan risiko kesalahan pengiriman personel maupun material ke pangkalan yang tidak siap menerima pasokan.

Meski pengerjaan pada sembilan unit pertama telah selesai, efektivitas operasional sistem komunikasi baru ini dalam kondisi pertempuran atau lingkungan terganggu (contested conditions) masih memerlukan pengujian lebih lanjut oleh pihak USAF. Jika pengujian operasional ini tervalidasi dengan baik, USAF diperkirakan akan melanjutkan kontrak susulan untuk memasang sistem Starshield ke seluruh armada C-17 yang berjumlah 222 unit.

Dikembangkan oleh SpaceX

Starshield merupakan layanan satelit khusus pemerintah dan militer yang dikembangkan oleh SpaceX berbasis teknologi Starlink, dengan fitur kriptografi tambahan untuk memenuhi standar keamanan militer. Penggabungan Starshield ke dalam arsitektur terbuka ATOMS akan menentukan sejauh mana data misi dapat dipertukarkan secara aman antara awak pesawat di udara dan komando kendali di darat.

Terkait C-17 Globemaster III, pesawat ini merupakan tulang punggung mobilitas udara strategis dan taktis USAF yang dirancang untuk mengangkut muatan berat ke landasan pacu pendek maupun terdepan.

Pesawat transpor jumbo ini memiliki kapasitas muatan maksimum hingga 77.519 kg (170.900 pon) atau mampu membawa hingga 102 personel pasukan pendarat. Dengan daya jelajah tanpa pengisian bahan bakar mencapai 4.445 km pada muatan 74.798 kg, C-17 memegang peran kunci dalam penggelaran pasukan, evakuasi medis aeromedis, hingga misi kemanusiaan global. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *