Bisa Bikin Radar Lawan Buta, Pengebom H-6KG China Terlihat Bawa Pod Perang Elektronik Raksasa

Pengebom H-67KG PLAAF membawa jamming pod raksasaVia X
Pengebom H-67KG PLAAF membawa jamming pod raksasa.

AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat pengebom strategis H-6KG milik Angkatan Udara Tiongkok (PLAAF) terekam kamera membawa pod perang elektronik (EW) berukuran raksasa jenis baru. Kemunculan konfigurasi anyar yang berpotensi membuat radar pertahanan udara lawan buta ini pertama kali diungkapkan oleh analis penerbangan militer Andreas Rupprecht pada 25 Oktober 2026.

Perangkat keras yang terpasang di bawah sayap H-6KG tersebut memiliki kemiripan fisik yang sangat kuat dengan pod jamming seri RKZ930, perangkat EW yang biasa dibawa oleh jet tempur J-16D. Menurut pengamatan Rupprecht, bentuknya hampir identik dengan varian RKZ930-22 atau RKZ930-32, namun memiliki sedikit perbedaan pada desain bagian moncong (nose section).

Pihak militer Tiongkok belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah pod raksasa ini sudah masuk tahap operasional penuh atau masih berupa uji coba penerbangan.

Misi Mandiri Tanpa J-16D

Pemasangan perangkat jamming berdaya tinggi ini menjadi lompatan kapabilitas yang sangat krusial bagi armada pembom strategis Beijing. Dengan kemampuan mengacak dan melumpuhkan sinyal radar musuh secara mandiri saat melakukan infiltrasi ke wilayah sasaran, H-6KG tak lagi bergantung penuh pada pengawalan pesawat perang elektronik khusus seperti J-16D.

Sistem pod seri RKZ930 sendiri awalnya dirancang untuk J-16D, jet tempur dua kursi yang sering disandingkan dengan EA-18G Growler milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Keluarga RKZ930 —yang terdiri dari varian RKZ930-10, -22, -31, hingga -32— memiliki konfigurasi khusus untuk memblokir dan mengintersepsi berbagai pita frekuensi (frequency band) radar musuh.

Langkah melengkapi pesawat tempur dengan pod jamming sebenarnya sudah dilakukan Tiongkok sejak akhir 2017, saat armada H-6G Angkatan Laut China dan jet tempur-pengebom JH-7 terlihat membawa sistem countermeasure serupa. Namun, hadirnya pod raksasa generasi baru pada H-6KG ini menegaskan ambisi Tiongkok untuk terus memperkuat doktrin perang elektronik pada armada pengebom jarak jauhnya.

Varian H-6 Paling Modern

Dari segi silsilah dan rekayasa penerbangan, H-6KG merupakan salah satu varian paling modern dari keluarga besar H-6, sebuah platform pembom yang dikembangkan China dari basis pesawat era Uni Soviet, Tu-16 Badger. Resmi memperkuat jajaran PLAAF sejak 2011, varian ini mengalami perombakan mendasar dibanding pendahulunya, termasuk penggantian mesin lama dengan turbofan D-30KP2 buatan Rusia yang jauh lebih efisien serta penyegaran menyeluruh pada blok avionik dan kokpit digitalnya.

Didesain khusus sebagai pengebom penyerang jarak jauh, H-6KG mampu membawa deretan rudal jelajah di gantungan bawah sayapnya untuk menggempur sasaran bernilai tinggi dari luar jangkauan pertahanan udara lawan (stand-off range).

Kombinasi antara daya jangkau operasional yang jauh, kemampuan penyerangan presisi, dan kini potensi integrasi perangkat perang elektronik canggih menjadikan H-6KG sebagai salah satu pilar utama kekuatan pengetuk udara China dalam memproyeksikan daya tempurnya di kawasan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *