Sempat Transit di Filipina, Satu FA-50M Pertama TUDM Mendarat Mulus di Pangkalan Udara Labuan
Malaysian MoDAIRSPACE REVIEW – Jet tempur FA-50M Fighting Eagle pertama pesanan Pemerintah Malaysia untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM/RMAF) mendarat mulus di Pangkalan Udara (PU) Labuan pada tengah hari, (30/10/2026). Pesawat berwarna abu-abu dengan atribut khas TUDM tersebut terbang langsung dari Korea Selatan dan sempat melakukan pendaratan transit di Filipina.
Sebelum mendarat, 1 FA-50M yang diterbangkan oleh pilot dari Korea tersebut disambut oleh 2 F/A-18D Hornet, 2 Su-30MKM, dan 2 BAE Hawk 208/108. Kedatangan Fighting Eagle buatan Korea Aerospace Industries (KAI) disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Datuk Lokman Hakim Ali, serta Panglima TUDM Jenderal Tan Sri Muhamad Norazlan Aris.
Dalam sesi konferensi pers di PU Labuan, Mohamed Khaled menjelaskan bahwa penerbangan ini menandai proses penyerahan resmi (handover) pesawat dari pihak manufaktur KAI kepada TUDM, sebelum nantinya memasuki tahap evaluasi dan penerimaan formal.
Sedianya terdapat dua unit FA-50M yang dijadwalkan terbang berpasangan dari Korea Selatan menuju Malaysia. Namun, hanya satu unit yang berhasil mendarat sesuai jadwal lantaran unit kedua mengalami kendala teknis ringan di Filipina dan diperkirakan menyusul tiba pada Sabtu atau Senin.
Peran Ganda Jet Latih Tempur
Pemerintah Malaysia menandatangani kontrak pengadaan senilai hampir RM 4 miliar (sekitar Rp14,2 triliun) dengan KAI pada Mei 2023 untuk memboyong 18 unit FA-50 Block 20, yang mendapat kode khusus FA-50M.
Pesawat ini diproyeksikan menjalankan peran ganda sebagai jet latih jet tempur (lead-in fighter trainer) sekaligus jet tempur taktis operasional untuk misi tempur udara ke udara (air-to-air) maupun tempur udara ke darat (air-to-ground).
Langkah modernisasi ini krusial mengingat armada jet latih/tempur ringan Hawk milik TUDM dijadwalkan akan pensiun (decommissioned) secara penuh pada 2028 mendatang. Pengadaan FA-50M juga sejalan dengan pilar utama Rencana Strategis Pertahanan Nasional Malaysia 2026–2030 untuk memperkuat kesiapan dan kapabilitas pertahanan udara negara.
Enam Pesawat Lainnya Hingga April 2027
Sesuai jadwal pengiriman, TUDM ditargetkan menerima enam unit FA-50M pada April 2027, dan seluruh 18 unit diperkirakan rampung dikirimkan secara bertahap pada Maret 2028.
Persiapan operasional untuk menyambut armada baru ini telah dilakukan secara matang, mencakup kesiapan personel, rekayasa teknik, hingga pelatihan pilot. Dari total kebutuhan skuadron sebanyak 209 personel, sebanyak 127 personel saat ini sudah ditempatkan dan akan terus ditambah secara bertahap seiring penyerahan fasilitas pendukung.
Mengenai peluang penambahan armada di masa depan, Mohamed Khaled dikutip NST menyatakan, pemerintah membuka opsi untuk menambah batch kedua setelah TUDM menyelesaikan seluruh proses pengujian, evaluasi, dan penyesuaian operasional pada 18 unit pertama ini. (PN)
