Rusia Sukses Uji Coba Rudal Interkontinental Bulava dari Kapal Selam Nuklir Terbaru Generalissimo Suvorov

Rusia sukses menguji peluncuran rudal Bulava dari kapal selam nuklir Generalissimo SuvorovRussian MoD
Rusia sukses menguji peluncuran rudal Bulava dari kapal selam nuklir Generalissimo Suvorov.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan kapal selam nuklir strategis terbaru milik Armada Pasifik, Generalissimo Suvorov, berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (interkontinental) RSM-56 Bulava dari bawah permukaan Laut Okhotsk pada Rabu (28/10/2026).

Peluncuran dari posisi terendam tersebut merupakan bagian dari rencana pelatihan tempur rutin para awak kapal selam. Menurut data pelacakan yang dirilis oleh Armada Pasifik, hulu ledak rudal tersebut melintasi wilayah Rusia dari wilayah Timur Jauh hingga ke wilayah utara Eropa Rusia dan mendarat tepat waktu di area target, yaitu medan uji coba Chizha di wilayah Arkhangelsk.

“Kru kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir Generalissimo Suvorov kelas Borei-A (Proyek 955A) dari Armada Pasifik, sesuai dengan rencana pelatihan tempur, telah melakukan uji tembak rudal balistik antarbenua Bulava yang diarahkan ke medan uji coba Chizha di wilayah Arkhangelsk,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Kapal Selam Strategis Paling Modern

Kapal selam Generalissimo Suvorov (K-553) merupakan salah satu kapal selam strategis paling modern yang dimiliki Rusia. Kapal ini adalah unit ketiga dari kelas Borei-A yang ditingkatkan, sebuah desain generasi keempat hasil garapan Rubin Central Design Bureau di St. Petersburg.

Kapal selam ini mulai dibangun di galangan kapal Sevmash pada Desember 2014 dan resmi masuk dalam jajaran Angkatan Laut Rusia pada 29 Desember 2022. Komponen impor pada kapal selam ini telah sepenuhnya digantikan oleh peralatan buatan dalam negeri Rusia. Saat ini, Generalissimo Suvorov ditempatkan di pangkalan permanennya di Vilyuchinsk, Semenanjung Kamchatka, sebagai bagian dari Divisi Kapal Selam ke-25.

Setiap kapal selam kelas Borei dirancang untuk membawa hingga 16 rudal Bulava. Rudal berbahan bakar padat ini dikembangkan oleh Moscow Institute of Thermal Engineering, lembaga yang juga merancang rudal darat Topol-M dan Yars.

Rudal interkontinental Bulava dirancang khusus untuk diluncurkan dari bawah air agar kapal selam tidak perlu muncul ke permukaan dan membuka lokasinya kepada musuh. Masing-masing rudal mampu membawa hingga enam hulu ledak nuklir independen (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles/MIRV) yang dapat memisah dan menuju targetnya masing-masing.

Rudal ini secara resmi masuk dalam jajaran layanan militer Rusia pada Mei 2024, setelah melalui serangkaian pengujian panjang yang dimulai sejak peluncuran pertamanya pada tahun 2005.

Deterensi Nuklir

Airspace Review mencatat, jalur uji coba dari Laut Okhotsk menuju Chizha di Arkhangelsk merupakan rute standar yang sering digunakan oleh Armada Pasifik untuk menguji kesiapan kapal selam strategis mereka. Pada Desember 2020 lalu, kapal selam kelas Borei lainnya, Vladimir Monomakh, juga pernah menembakkan salvo empat rudal Bulava dari rute yang sama.

Kehadiran kapal selam kelas Borei dan Borei-A bertugas menggantikan kapal selam kelas Delta peninggalan era Soviet yang selama berdekade-dekade menjadi tulang punggung kekuatan nuklir tempur laut Rusia.

Hadirnya Generalissimo Suvorov beserta kapal sejenisnya kini memperkuat pilar utama kekuatan kapal selam strategis Armada Pasifik Rusia.

Armada Pencegah Nuklir Rusia

Sebagai pilar utama modernisasi armada pencegah nuklir Rusia di Samudra Pasifik, Generalissimo Suvorov melambangkan lompatan teknologi signifikan dalam doktrin pertempuran bawah air Moskow. Mengusung status sebagai kapal selam bertenaga nuklir kelas Borei-A generasi keempat, monster bawah laut ini menonjol berkat teknologi penyamaran (stealth) canggih yang secara drastis menekan jejak akustik dan radarnya di dalam laut.

Tingkat kesenyapan yang luar biasa ini, dipadu dengan kemampuan kemandirian operasi yang tinggi serta ketergantungan penuh pada komponen lokal buatan dalam negeri, membuat kapal berbobot mati belasan ribu ton ini sangat sulit dilacak oleh armada anti-kapal selam lawan saat berpatroli di perairan dingin kawasan Timur Jauh.

Daya tawar utama kapal perang bawah air ini terletak pada perannya sebagai platform peluncuran serangan balik nuklir (second-strike capability) yang amat mematikan. Dengan kekuatan rudal balistik antarbenua Bulava yang mampu menjangkau sasaran ribuan kilometer dari kedalaman samudera, Generalissimo Suvorov memberi fleksibilitas taktis tinggi karena dapat mengeksekusi misi penyerangan tanpa perlu menampakkan diri di permukaan.

Integrasi kapal selam ini ke dalam Divisi ke-25 di Kamchatka tidak hanya secara bertahap memensiunkan veteran kapal selam era Perang Dingin, tetapi juga menegaskan kembali pengaruh dan kesiapan tempur strategis Rusia di wilayah geopolitik Pasifik Utara yang kian dinamis. (AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *