Ghost Shark Australia Akan Memiliki Kemampuan Meluncurkan Drone Kamikaze dan Memasang Ranjau Laut
AndurilAIRSPACE REVIEW – Wahana bawah air otonom ekstra besar (XL-AUV) Ghost Shark Australia akan dilengkapi kemampuan untuk membawa ranjau laut, meluncurkan kawanan drone kamikaze udara Altius, dan menyimpan persediaan bawah air untuk pasukan khusus yang beroperasi di dekat garis pantai musuh.
Menteri Industri Pertahanan Australia, Pat Conroy, mengumumkan ketiga misi tersebut saat mengunjungi fasilitas Anduril Australia di Sydney pada 19 Oktober 2026.
Conroy juga menegaskan bahwa Angkatan Laut Australia (RAN) akan menggunakan Ghost Shark untuk peperangan ranjau, pengintaian, serangan presisi, dan logistik rahasia.
Puluhan XL-AUV sedang diakuisisi berdasarkan kontrak lima tahun senilai 1,7 miliar dolar Australia yang ditandatangani pada 10 September 2025, dengan kapal selam tak berawak produksi pertama telah dikirimkan pada Januari 2026.
Tahan 10 Hari
Ghost Shark berasal dari program pengembangan senilai 140 juta dolar Australia pada tahun 2022 yang melibatkan Anduril Australia, Angkatan Laut Australia, dan Grup Sains dan Teknologi Pertahanan untuk memproduksi tiga prototipe dalam waktu tiga tahun.
Prototipe pertama diresmikan di Garden Island, Sydney, pada 18 April 2024, satu tahun lebih cepat dari jadwal, dan dua prototipe lainnya selesai pada pertengahan tahun 2025.
Ghost Shark yang memiliki bobot sekitar 2,7 ton ini, digerakkan menggunakan propulsi listrik dengan dengan daya tahan 10 hari atau jangkauan 580 km.
Untuk persenjataannya Ghost Shark dapat membawa 12 ranjau laut, lalu drone kamikaze udara Altius yang dilengkapi 4 kg bahan peledak.
Anduril secara terpisah juga sedang mengupayakan integrasi torpedo ringan dan berat, tetapi belum ada model, kapasitas amunisi, atau tanggal pengenalan operasional yang dikonfirmasi.
Berkat integrasi sistem kecerdasan buatan (AI) Lattice dan ruang muatan (payload bay) yang fleksibel Ghost Shark dapat menjalankan berbagai peran strategis.
Drone bawah air berbentuk boksi ini dapat digunakan untuk operasi serangan, misi ISR & SIGINT (Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian). Lalu logistik dan dukungan pasukan khusus, serta pengamanan dasar laut dan patroli otonom (Force Multiplier). (RBS)
