Genap 90 Tahun, Uralvagonzavod Rombak Ratusan Tank Rusia dan Siapkan Generasi Baru

T-90MMil.ru
Tank tempur utama T-90M Proryv.

AIRSPACE REVIEW – Merayakan ulang tahunnya yang ke-90 pada 11 Oktober, produsen kendaraan tempur lapis baja utama Rusia, Uralvagonzavod Group (bagian dari Rostec State Corporation), mengumumkan langkah besar dalam pembaruan armada militernya.

Perusahaan melaporkan telah melakukan lebih dari 300 modifikasi pada berbagai jenis tank dan kendaraan tempur lapis baja sejak dimulainya operasi militer khusus di Ukraina.

Peningkatan produksi dan rangkaian modifikasi massal tersebut difokuskan untuk meningkatkan daya tahan tempur (survivability), sistem perlindungan kendaraan, kesadaran situasi kru, hingga kemampuan komando dan kendali di medan perang.

Pengalaman Medan Tempur

Direktur Jenderal Uralvagonzavod, Alexander Potapov, dikuti TASS menegaskan bahwa dinamika pertempuran modern secara langsung mempercepat evolusi alutsista Rusia, khususnya untuk lini tank utama seperti T-72, T-80, dan T-90.

“Tank T-90 versi 2022 dan T-90 versi 2026 adalah dua mesin yang berbeda,” ujar Potapov, menggambarkan pesatnya perubahan desain guna merespons ancaman modern seperti drone (UAV) dan perang elektronik (electronic warfare).

Saat ini, lini produksi utama Uralvagonzavod (UVZ) terus melahirkan tank T-72B3M dan T-90M Proryv —yang dipuji Presiden Vladimir Putin sebagai salah satu tank terbaik— serta kendaraan penunjang tank BMPT Spiridon dan kendaraan teknik spesialis lainnya.

Selain memproduksi armada massal, UVZ juga tengah mengembangkan tank dan kendaraan tempur generasi terbaru yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan sistem otonom.

Integrasi Drone dan Peluang Modernisasi untuk India

Di tengah sanksi internasional, UVZ tetap aktif memperkuat kebijakan ekspornya bersama agen penjualan senjata negara, Rosoboronexport.

Salah satu fokus utamanya adalah menawarkan paket modernisasi tank T-90MS bagi negara-negara mitra, termasuk India yang mengoperasikan armada besar T-72 dan T-90.

Potapov menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu India memodernisasi armada tank T-90 berdasarkan pelajaran dari perang Ukraina, dengan tetap memperhatikan kebijakan “Make in India” dan fasilitas manufaktur lokal di Avadi (Chennai).

Mengenai masa depan perang lapis baja, Potapov menilai tank akan tetap relevan.

Namun, peran platform tempur konvensional ini akan berevolusi menjadi pusat komando bergerak yang terintegrasi langsung dengan pengoperasian drone dan sistem tempur otonom. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *