Jangkauan Tembus 3.400 Km: Ukraina Gunakan Drone AN-196 RS dan FP-6 untuk Hantam Kilang Minyak Rusia

Drone FP-1 dan AN-196 RS Liutyi dari Fire PointUkrainska Pravda
Drone FP-1 dan AN-196 RS Liutyi dari Fire Point.

AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan pasukan pertahanan negaranya mengerahkan drone serang jarak jauh versi terbaru, AN-196 RS Liutyi dan FP-6 untuk menghantam kilang minyak Rusia.

Senjata nirawak mutakhir tersebut terbukti mampu menjangkau target strategis jauh, hingga 3.400 km, di dalam wilayah Rusia, termasuk target utama fasilitas pengolahan minyak.

Penggunaan drone versi terbaru ini dikonfirmasi menyusul serangkaian serangan presisi tinggi terhadap infrastruktur energi Rusia.

Kilang minyak di Ukhta, Republik Komi, dilaporkan mengalami kebakaran hebat setelah diserang oleh drone jarak jauh AN-196 RS Liutyi yang dimodifikasi dengan jangkauan operasional hingga 2.500 km.

Peningkatan pada varian Liutyi ini diduga mencakup pembesaran tangki bahan bakar serta optimalisasi desain aerodinamis untuk meredam hambatan udara (drag).

Pembaruan Radikal Drone FP-1

Sementara itu, drone serang jarak jauh yang sebelumnya dikenal sebagai FP-1 —yang sehari sebelumnya sukses mengguncang kilang minyak raksasa milik Rusia di Omsk— kini resmi berganti nama menjadi FP-6, seperti dilaporkan Militarnyi.

Pertama kali diterjunkan oleh Pasukan Pertahanan Ukraina pada Juli lalu, drone FP-6 menampilkan pembaruan radikal pada desain fisik berupa sayap trapesium baru dengan ujung yang meruncing.

Denis Shtilerman, salah satu pemilik dan kepala perancang Fire Point mengatakan, geometri sayap inovatif tidak hanya mendistribusikan gaya angkat secara lebih merata dan mengurangi hambatan saat kecepatan jelajah, tetapi sayap tersebut juga berfungsi ganda sebagai tangki bahan bakar.

Desain pintar ini memungkinkan FP-6 terbang lebih jauh hingga menempuh jarak 3.400 km tanpa mengorbankan kapasitas hulu ledak yang dibawanya.

Intensitas serangan jarak jauh ini semakin memperluas jangkauan operasi militer Ukraina.

Serangan ke kilang minyak Lukoil-Ukhtanaftopereborka di Ukhta menghantam target sejauh 1.700 km dari perbatasan, sementara serangan ke kilang minyak Omsk mencakup jarak lebih dari 2.500 km.

Serangan terhadap kilang minyak ini merupakan pukulan tersendiri bagi Rusia, terlebih di mana Rusia kemudian berencana mengekspor solar (bahan bakar diesel) ke Amerika Serikat, menyusul pencabutan sanksi ekspor minyak oleh Presiden Donald Trump. (ON)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *