Tembus 65 Miliar USD, Portofolio Pesanan Ekspor Senjata Rusia Catat Rekor Pertumbuhan
ReutersAIRSPACE REVIEW – Perusahaan eksportir pertahanan milik negara Rusia, Rosoboronexport, mencatatkan portofolio pesanan ekspor senjata dan peralatan militer melampaui nilai 65 miliar USD (sekitar Rp1.020 triliun).
Direktur Utama Rosoboronexport, Alexander Mikheev, menyampaikan pencapaian tersebut dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua Pertama Perhimpunan Insinyur Rusia, Vladimir Gutenev, seperti dilaporkan TASS (9/10).
Mikheev menjelaskan bahwa portofolio bernilai puluhan miliar dolar AS tersebut mencakup lebih dari 800 kontrak aktif dengan berbagai mitra luar negeri.
Selain pengadaan alutsista secara langsung, Rosoboronexport saat ini tengah menjalankan sekitar 20 proyek kerja sama teknologi, serta sedang mendiskusikan lebih dari 100 proyek tambahan bersama negara-negara mitra strategis Rusia.
Melibatkan 280 Industri Pertahanan Rusia
Pelaksanaan seluruh kontrak perdagangan luar negeri ini melibatkan setidaknya 280 industri pertahanan Rusia secara langsung.
Jika memperhitungkan jaringan rantai pasok dan rantai produksi yang lebih luas, jumlah entitas industri yang terlibat mencapai belasan ribu perusahaan, termasuk puluhan pabrik yang tersebar di wilayah Yaroslavl dan Saratov.
Pabrikan lokal yang terlibat dalam ekspor pertahanan tersebut memproduksi berbagai komponen strategis, mulai dari mesin utama, peralatan angkatan laut, sistem komunikasi, perangkat avionik, sistem antariksa, hingga komponen elektronik khusus untuk platform tempur utama buatan holding pertahanan Rusia.
Langkah Rosoboronexport dalam menjaga kelancaran ekspor produk militer, ganda, dan sipil mendapat apresiasi dari Gutenev.
Kinerja ekspor industri pertahanan dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor manufaktur nasional serta memperkuat kedaulatan teknologi Rusia di tengah dinamika pasar global.
Helikopter hingga Jet Tempur
Dalam portofolio ekspor pertahanan yang dikelola Rosoboronexport, segmen penerbangan militer dan sistem pertahanan udara terus menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan luar negeri Rusia.
Jet tempur generasi kelima Su-57E, jet tempur multiperan Su-35, pesawat latih tempur Yak-130, serta jajaran helikopter serang seperti Ka-52 Alligator dan Mi-28NE Night Hunter tercatat sebagai alutsista udara utama yang paling diminati oleh negara-negara mitra di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
Selain armada udara, kekuatan sistem pertahanan udara dan kendaraan tempur darat Rusia juga mendominasi daftar pasokan internasional.
Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf, sistem jarak menengah Buk-M3, kendaraan tempur pertahanan udara Pantsir-S1, serta tank tempur utama T-90MS dan kendaraan tempur infantri BMP-3 tetap menjadi pilar utama dalam pemenuhan kontrak ekspor militer antarnegara yang ditangani oleh perusahaan holding pertahanan tersebut. (AF)
