Selesai Dikirim, Armada MC-55A Peregrine Angkatan Udara Australia Kini Genap Empat Unit
Rod BAIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Australia (RAAF) resmi menerima kedatangan unit keempat sekaligus terakhir dari pesawat pengintai perang elektronik MC-55A Peregrine.
Pesawat dengan registrasi sipil N542GD tersebut mendarat di Pangkalan Udara RAAF Edinburgh pada 29 September lalu.
Sebelum tiba di pangkalan tujuannya di Australia, pesawat tersebut melakukan penerbangan jarak jauh melintasi Samudra Pasifik dengan sempat singgah di Honolulu, Hawaii, serta menghabiskan akhir pekan di Nadi, Fiji.
Setelah proses penyerahan dan administrasi selesai, MC-55A keempat ini nantinya akan menggunakan nomor serial militer resmi A51-002 dalam jajaran operasional RAAF.
Berbasis Gulfstream G550
Pengembangan MC-55A Peregrine berbasis pada platform jet bisnis jarak jauh Gulfstream G550 yang dimodifikasi secara intensif oleh penyedia sistem pertahanan L3Harris Technologies.
Integrasi sensor khusus, kubah radar, serta antena peperangan elektronik pada badan pesawat mengubah platform sipil berkinerja tinggi ini menjadi pesawat pengumpul intelijen taktis yang sangat lincah.
Dari segi kapabilitas operasional, MC-55A dirancang untuk menjalankan misi intelijen, pengawasan, pengintaian, dan perang elektronik (ISREW).
Pesawat ini dilengkapi dengan sensor signals intelligence (SIGINT) dan electronic intelligence (ELINT) tingkat lanjut untuk menyadap transmisi komunikasi, mendeteksi emisi radar musuh, serta memetakan posisi pertahanan lawan dari jarak aman (stand-off distance).
Kehadiran empat unit MC-55A Peregrine memperkuat integrasi data tempur RAAF bersama armada udara modern lainnya, seperti pesawat patroli maritim P-8A Poseidon, jet tempur F-35A Lightning II, dan drone MQ-4C Triton.
Dengan jangkauan jelajah yang jauh dan daya tahan terbang yang tinggi, pesawat ini menjadi aset strategis vital bagi Australia dalam menjaga domain maritim serta kawasan Indo-Pasifik. (PN)
