Rudal Jelajah Otonom Barracuda dari Anduril Bakal Jadi Senjata Pemukul Jarak Jauh Latvia

Latvia akuisisi rudal jelajah Barracuda-500M dari AndurilAnduril
Latvia akuisisi rudal jelajah Barracuda-500M dari Anduril.

AIRSPACE REVIEW – Latvia resmi mengambil langkah strategis untuk memperkuat doktrin penangkalan (deterrence) di sayap timur NATO. Negara Baltik yang berbatasan langsung dengan Rusia tersebut mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi keluarga rudal jelajah otonom Barracuda buatan Anduril Industries dari Amerika Serikat.

Rudal ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan senjata tembak presisi jarak jauh (deep precision strike).

Rencana ini ditegaskan langsung oleh Presiden Latvia, Edgars Rinkēvičs, saat melakukan kunjungan kerja ke markas Anduril di Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, Rinkēvičs menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertahanan Latvia, Anduril, dan manufaktur teknologi lokal Origin Robotics.

Jika proses pengadaan ini rampung, Latvia bakal mencatatkan sejarah sebagai negara Baltik pertama yang mengoperasikan sistem rudal jelajah dalam kategori tersebut.

Barracuda-500M

Meskipun pengumuman resmi belum merinci varian pasti maupun nilai kontrak yang disepakati, opsi paling potensial untuk militer Latvia adalah SLB-500M, yaitu varian peluncuran permukaan (surface-launched) dari keluarga rudal Barracuda-500M.

Karena Angkatan Udara Latvia tidak mengoperasikan armada jet tempur utama, varian peluncur darat dinilai paling intuitif dan fleksibel, tulis TWZ dalam analisisnya.

Keluarga rudal Barracuda-500M mengusung mesin jet otonom dengan daya jangkau melebihi 500 mil laut atau sekitar 926 km, serta kecepatan jelajah di rentang 190 hingga 500 knot.

Dari sisi taktis, rudal jelajah ini sanggup memberikan daya jangkau berlipat ganda dibandingkan sistem peluncur roket M142 HIMARS dan rudal taktis ATACMS (jangkauan maksimum 300 km) yang sebelumnya telah dipesan Riga dan dijadwalkan tiba pada 2027.

Doktrin Perang Efisien

Langkah Latvia memboyong Barracuda menggarisbawahi pergeseran masif pada peta pertahanan Eropa Utara pascainvasi Rusia ke Ukraina.

Dibandingkan rudal jelajah konvensional berbiaya mahal (exquisite weapons), lini Barracuda dirancang oleh Anduril agar lebih terjangkau, mudah diproduksi secara masal (affordable mass), serta dapat disebar menggunakan platform peluncur bergerak di darat (mobile ground launcher).

Ciri khas peluncur darat ini amat vital bagi negara-negara kecil di lini depan NATO. Selain meningkatkan daya tahan (survivability) sistem senjata dari ancaman serangan balik musuh, pengerahan rudal darat tidak membutuhkan penguasaan ruang udara (air superiority) yang kerap memerlukan biaya operasional jet tempur yang terjal.

Kemitraan antara Riga dan Anduril juga membuka ruang bagi keterlibatan industri pertahanan lokal seperti Origin Robotics dalam rantai pasok global.

Kebijakan ini menyusul jejak Polandia yang sebelumnya telah menandatangani kerja sama dengan Anduril untuk merakit rudal Barracuda-500M secara lokal melalui fasilitas Wojskowe Zakłady Lotnicze Nr 2 (WZL-2). (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *