Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Tinjau Proyek Scorpène Evolved di PT PAL

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis kunjungi PT PALWikimedia, PT PAL
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis kunjungi PT PAL.

AIRSPACE REVIEW – Kemitraan strategis pertahanan Indonesia dan Prancis di sektor maritim memasuki babak baru. Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin, melakukan kunjungan kerja langsung ke fasilitas galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (24/9).

Didampingi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan, kunjungan ini bertujuan meninjau secara langsung progres pembangunan dua unit kapal selam canggih Scorpène Evolved pesanan TNI Angkatan Laut yang digarap bersama mitra strategis asal Prancis, Naval Group.

Kehadiran rombongan menteri Prancis disambut langsung oleh CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, beserta jajaran direksi perusahaan.

Komitmen Transfer Teknologi

Program pembangunan kapal selam diesel-listrik bermesin Lithium-ion ini kini telah memasuki tahap konstruksi fisik di galangan kapal PT PAL Surabaya.

Kemitraan ini tidak sebatas pembelian alutsista, melainkan mencakup skema transfer teknologi dan kapasitas (transfer of technology & capacity) secara intensif dari Naval Group kepada para insinyur Indonesia.

Dalam proyek ini, PT PAL memegang peran krusial sejak fase awal. Perusahaan BUMN pertahanan tersebut bertanggung jawab atas pembuatan struktur kapal, integrasi sistem kelengkapan, perakitan akhir (final assembly), hingga uji coba dan pengoperasian (commissioning).

Menteri Vautrin menyampaikan apresiasi mendalam atas kesiapan teknis dan profesionalisme tim Indonesia dalam mengawal proyek bernilai strategis ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT PAL dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang terlibat. Keberhasilan program besar ini sangat bergantung pada keahlian, ketelitian, serta komitmen teguh dari para insinyur, teknisi, dan pimpinan industri maupun militer,” ujarnya.

Bangun Kapabilitas Industri Bawah Laut Nasional

Sementara itu, CEO PT PAL Indonesia menegaskan kolaborasi dengan Naval Group menjadi pijakan utama Indonesia untuk menguasai teknologi bawah laut yang tergolong amat kompleks.

Keterlibatan penuh insinyur lokal di setiap tahap produksi menjadi fondasi agar Indonesia memiliki kemampuan mandiri di masa depan.

“Kerja sama ini kami pandang sebagai proses membangun kemampuan. Melalui transfer kapasitas dan pengembangan kompetensi engineer, kami membangun fondasi agar kapabilitas strategis teknologi bawah laut dapat dikelola dan dikembangkan secara mandiri di dalam negeri,” ungkap Kaharuddin.

Ditambahkan bahwa kemandirian industri pertahanan memiliki dimensi diplomatik yang kuat. Ketika Indonesia mampu memproduksi serta merawat alutsista strategis sendiri, posisi tawar diplomasi pertahanan Indonesia di tingkat regional maupun internasional akan makin setara.

Langkah Nyata Diplomasi Pertahanan

Senada dengan hal tersebut, Wamenhan menekankan bahwa nilai tertinggi dari proyek Scorpène Evolved terletak pada transfer pengetahuan (knowledge transfer) bagi SDM nasional.

“Bagi Indonesia, program ini bukan sekadar memiliki platform kapal selam modern, tetapi tentang membangun kemampuan nasional. Yang sedang kita bangun di Surabaya bukan hanya sebuah kapal selam, melainkan pengetahuan, kapasitas industri, kualitas SDM, serta rasa saling percaya antara Indonesia dan Prancis,” tandas Donny.

Proyek Scorpène Evolved menjadi bukti nyata transformasi hubungan kedua negara dari sekadar jual-beli alutsista menjadi kemitraan industri pertahanan tingkat tinggi berbasis penguasaan teknologi strategis. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *