Jawab Taktik Baba Yaga Ukraina, Rusia Resmi Terjunkan Drone Pengebom Berat Mangas

Drone pengebom berat Mangas buatan RusiaTelegram
Drone pengebom berat Mangas buatan Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Rusia meluncurkan drone pengebom berat terbaru bernama Mangas. Kyiv mengklaim langkah Moskow ini meniru taktik serangan udara yang selama ini digunakan oleh militer Ukraina, menurut laporan Militarnyi.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan drone terbaru ini sudah dikerahkan dalam medan pertempuran, khususnya oleh prajurit dari Korps Angkatan Darat ke-11 kelompok pasukan Sever (Utara) pada September 2026.

Berkat dukungan kamera pemindai suhu (thermal imaging), drone ini dioptimalkan untuk beroperasi dalam misi malam hari.

Proyeknya Dimulai September 2025

Drone ini dikembangkan secara bersama oleh Baikal Tactical Group asal Ulan-Ude dan tim pengembang sistem robot darat Kurier. Proyeknya pertama kali diumumkan pada September 2025.

Intelijen Ukraina menyebut kehadiran Mangas dirancang sebagai jawaban langsung atas ketangguhan drone Vampire, yang dikenal oleh prajurit Rusia dengan sebutan “Baba Yaga”, buatan perusahaan SkyFall, Ukraina,

Dari sisi desain dan performa, Mangas mengusung arsitektur heksakopter multirotor dengan enam lengan baling-baling yang memberikan stabilitas tinggi saat melayang (hovering).

Drone bertenaga baterai isi ulang ini difungsikan untuk memberi bantuan tempur di garis depan sekaligus menjadi pembom taktis tanpa awak.

Jangkauan hingga 50 Km

Selain dibekali sistem autopilot serta proteksi terhadap gangguan perang elektronik, Mangas dilaporkan memiliki jarak jelajah maksimum hingga 40–50 km dengan beban muatan minimal.

Selain sebagai armada pemukul, pengoperasian drone pengebom berat seperti Mangas juga diperuntukkan sebagai platform pasokan logistik.

Kapasitas angkut drone ini diperkirakan berkisar antara 20 kg (berdasarkan estimasi teknis yang terverifikasi) hingga klaim mencapai 150 kg.

Ukurannya yang besar memungkinkan kendaraan udara nirawak ini menjatuhkan amunisi berat, seperti ranjau antitank, maupun mengantar bahan makanan, amunisi, serta pasokan medis vital ke posisi prajurit yang terisolasi.

Kehadiran Mangas mempertegas bagaimana kompetisi inovasi teknologi nirawak antara Rusia dan Ukraina terus berkembang sengit di sepanjang garis pertempuran. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *