Hanwha dan Lockheed Martin UK Padukan Redback IFV dengan Kubah Digital 40 Mm

AS21 Redback IFV dengan turet digital.Hanwha Aerospace
AS21 Redback IFV dengan turet digital 40 mm.

AIRSPACE REVIEW – Hanwha Aerospace dari Korea Selatan bersama Lockheed Martin UK resmi memperkenalkan konfigurasi terbaru Kendaraan Tempur Infanteri (IFV) Redback dalam ajang Defence Vehicle Dynamics (DVD) 2026 di Millbrook, Bedfordshire, Inggris.

Kolaborasi ini mengintegrasikan kubah menara (turet) generasi baru buatan Lockheed Martin UK ke atas sasis ranpur rantai AS21 Redback buatan Hanwha Aerospace untuk pertama kalinya.

Platform terbaru ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan negara-negara anggota NATO sebagai solusi kendaraan tempur berisiko rendah dan terintegrasi secara digital.

Ranpur Redback mengusung kubah ganda yang berfungsi sebagai IFV sekaligus penangkal drone (Counter-Unmanned Aerial Systems/C-UAS), yang dipersenjatai kanon CTA International kaliber 40 mm.

Selain itu, sistem kubah berbasis Generic Vehicle Architecture ini menjadi platform pertama yang mengintegrasikan sistem komando dan kendali SkyKeeper milik Lockheed Martin UK langsung ke dalam arsitektur menara tempur.

Pendekatan arsitektur digital ini memastikan Redback tetap relevan di masa depan serta memudahkan integrasi teknologi baru sesuai dinamika peperangan modern.

Modernisasi Armada Kavaleri

Varian anyar ini merupakan modifikasi dari ranpur Redback yang sebelumnya telah dipilih oleh Angkatan Darat Australia pada 2023.

Kombinasi antara sasis yang telah teruji di lapangan dan teknologi kubah serta persenjataan standar NATO membuat platform ini sangat fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan modernisasi armada kavaleri maupun pengintai berbagai negara.

Direktur Kendaraan Lapis Baja Hanwha Aerospace, Byunggil Lee, menyatakan pembaruan ini membuktikan betapa cepatnya platform yang sudah beroperasi dapat dikonfigurasi ulang untuk kebutuhan pelanggan baru.

Pemilihan kanon 40 mm dilakukan karena keanekaragaman amunisinya menawarkan fleksibilitas serta daya tembak yang sangat dibutuhkan di medan tempur masa depan.

Ditambahkan bahwa uji tembak langsung (live demonstration) direncanakan bakal digelar pada 2027 di sejumlah negara yang tengah mencari IFV generasi baru, termasuk Kanada dan Korea Selatan.

Sementara itu, Head of Complex Systems Lockheed Martin UK, Mark Langley, menyambut baik kemitraan ini.

Ia menegaskan integrasi kubah digital serta sistem SkyKeeper pada Redback memberi opsi kemampuan ganda yang tangguh bagi para pengguna, khususnya dalam menghadapi ancaman drone di medan pertempuran modern. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *