Taktik Gila Armada Rusia: Dicat Menyerupai Bangunan Pantai Demi Hindari Drone Ukraina

Korvet Rusia dicat menyerupai bangunan pantai
Korvet Rusia dicat menyerupai bangunan pantai.

AIRSPACE REVIEW – Beredar sebuah foto yang memperlihatkan korvet Rusia di Pangkalan Angkatan Laut Leningrad, markas Armada Baltik, dicat menyerupai deretan bangunan di tepi laut dan diipasangi dengan jaring antidrone di atas deknya.

Upaya ini diyakini untuk menangkal serangan drone permukaan air (USV) dan drone kamikaze udara pasukan Ukraina.

Pembuatan kamuflase unik ini menyusul dua serangan drone kamikaze Ukraina yang merusak sebuah korvet pada Juni 2026 dan menenggelamkan sebuah kapal patroli pada Maret 2026, keduanya terjadi di dekat St. Petersburg.

Dibuat Di Jerman Timur

Pengamat, mengidentifikasi kapal tersebut sebagai korvet Proyek 1331M (NATO: kelas Parchim II), yang kemungkinannya adalah Zelenodolsk atau Kazanets.

Diketahui, saat ini Armada Baltik Rusia mengoperasikan sekitar enam korvet antikapal selam yang dibangun di Jerman Timur pada tahun 1980-an

Kamuflase Ala Perang Dunia ll

Analis angkatan laut HI Sutton, yang melacak pola tersebut di situs Covert Shores miliknya, telah mendokumentasikan kapal perang Rusia di Kronstadt dicat dengan haluan dan buritan hitam, garis-garis kamuflase ala Perang Dunia ll pernah digunakan oleh Angkatan Laut Jerman.

Dua kapal lain terlibat dengan pola papan catur sejak pertengahan tahun 2026. Lalu dua korvet kelas Karakurt Proyek 22800, Mytishchi dan Burya, muncul pada bulan Juli 2026 dengan cat kamuflase dan jaring antidrone serupa.

Perubahan ini menyusul serangkaian serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap Armada Baltik.

Pada 3 Juni 2026, Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina menyerang korvet Boikiy saat berada di dok kering di Kronstadt, menyebabkan kerusakan luas akibat kebakaran dan kemungkinan besar tidak dapat digunakan lagi.

Lalu ada bulan Maret 2026, drone kamikaze Ukraina berhasil menenggelamkan kapal patroli Purga di Vyborg, dekat St. Petersburg.

Kedua kapal nahas tersebut tidak memiliki jaring antipesawat tak berawak yang terpasang pada saat diserang.

Sutton juga mengatakan bahwa pengecatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai kamuflase tradisional terhadap pengamatan udara atau satelit, karena posisi kapal Kronstadt sudah terdokumentasi dengan baik oleh Barat.

Sebaliknya, pengecatan tersebut bertujuan untuk membingungkan dan mengecoh operator drone serang satu arah Ukraina, yang sering bekerja dari umpan video beresolusi rendah, dan perangkat lunak penglihatan komputer yang digunakan drone tersebut untuk mengidentifikasi target. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *