Swedia Memborong 10 Sistem Peluncur Roket HIMARS Senilai Rp11,8 Triliun dari AS

M142 HIMARS_us armyUS Army
Sistem Peluncur Roket M142 HIMARS buatan Lockheed Martin.

AIRSPACE REVIEW – Swedia resmi memborong 10 sistem peluncur roket HIMARS dari AS dengan nilai kontrak lebih dari SEK 7 miliar (729 juta USD) atau sekitar Rp11,8 triliun.

Penandatanganan kontrak telah dilakukan dengan produsen persenjataan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, pada 7 September 2026, media melaporkan.

Melalui perjanjian strategis tersebut, Stockholm sistem HIMARS lengkap dengan paket amunisi roket presisi GMLRS.

Pengiriman unit perdana dijadwalkan akan mulai dimulai pada 2027 mendatang. Kesepakatan ini menjadi langkah bersejarah bagi Angkatan Darat Swedia karena untuk pertama kalinya membentuk unit artileri roket operasional demi mengisi celah kapasitas tembakan jarak jauh pada divisi militer baru di bawah UU Pertahanan Total 2025–2030.

Selama ini, Angkatan Darat Swedia mengandalkan sistem howitzer roda ban Archer 155 mm yang dioptimalkan untuk serangan jarak pendek hingga menengah pada kisaran 50 hingga 60 km.

Serangan Presisi Jarak Jauh

Kehadiran sistem HIMARS memberikan jangkauan baru bagi para komandan darat untuk melancarkan serangan presisi jarak jauh terhadap sasaran bernilai tinggi yang berada jauh di belakang garis depan musuh, seperti markas komando, posisi pertahanan udara, fasilitas logistik, dan artileri lawan.

Amunisi yang disiapkan mencakup 840 roket GMLRS dan ER-GMLRS berdaya jangkau 90 hingga 150 km, 20 pod rudal balistik taktis M57 ATACMS berdaya jangkau 300 km, serta potensi integrasi rudal PrSM di masa depan yang mampu menjangkau sasaran hingga mendekati 500 km.

Pengadaan persenjataan berat ini sebenarnya telah diproyeksikan oleh Angkatan Bersenjata Swedia sejak pengajuan anggaran tahun 2021, sebelum serangan penuh Rusia ke Ukraina terjadi.

Pada pertengahan Juli 2026, empat personel dari Sekolah Artileri Swedia bahkan telah dikirim untuk menjalani pelatihan intensif bersama Garda Nasional Amerika Serikat di South Dakota guna memelajari prosedur latihan, sertifikasi, hingga taktik penembakan roket.

Pembentukan unit artileri roket ini sekaligus menandai transformasi terbesar dalam sejarah modern artileri Swedia sejak era pemensiunan meriam swagerak Bandkanon 1 pada tahun 2003 silam.

Guna mempercepat integrasi operasional dan menghemat anggaran infrastruktur awal, Swedia menjalin kerja sama bilateral erat dengan tetangganya, Finlandia.

Melalui kesepakatan antara Menteri Pertahanan Swedia Pål Jonson dan Menteri Pertahanan Finlandia Antti Häkkänen, Swedia akan memanfaatkan pengalaman, fasilitas pelatihan, serta infrastruktur pemeliharaan artileri roket M270 milik Finlandia yang sudah lama mapan.

Dukungan ini juga akan diperkuat oleh fasilitas pemeliharaan HIMARS tingkat Eropa yang didirikan oleh Lockheed Martin di Tampere, Finlandia, sehingga Stockholm dapat berfokus penuh pada kesiapan kru, manajemen logistik amunisi, dan integrasi komando. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *