Adopsi Konsep SMART, India Siapkan Torpedo Berpendorong Turbojet dari Udara

P-8I PoseidonBoeing/IN
Pesawat P-8I Poseidon Angkatan Laut India.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut India mengadopsi konsep SMART (Supersonic Missile-Assisted Release of Torpedo) untuk menyiapkan torpedo berpendorong turbojet yang dapat diluncurkan dari udara.

Senjata antikapal selam ini dirancang agar mampu meluncur di udara sebelum menyelam ke laut guna mengincar sasaran jarak jauh.

Sistem ini menggabungkan torpedo konvensional dengan kit perpanjang jangkauan bermesin turbojet yang dapat diusung oleh jet tempur maupun pesawat otonom.

Meluncur hingga Jarak 250 Km

Dalam mekanisme kerjanya, setelah dilepaskan dari pesawat, kit berpendorong turbojet tersebut akan membawa torpedo meluncur hingga jarak 150 sampai 250 km sebelum akhirnya terpisah di atas wilayah target.

Setelah terlepas, torpedo akan masuk ke dalam air dan mulai melacak ancaman bawah laut dengan jejak akustik yang sangat rendah, sehingga membuatnya sulit dideteksi oleh musuh.

Jangkauan operasional yang lebih luas ini memungkinkan pesawat militer India menjalankan misi antikapal selam di kawasan Samudra Hindia tanpa perlu mendekati posisi kapal selam yang dicurigai.

Tangkal Kapal Selam Tiongkok

Langkah pengembangan ini diambil di tengah meningkatnya kehadiran kapal selam Tiongkok di kawasan tersebut serta semakin canggihnya sistem pertahanan udara yang dapat membahayakan keselamatan pesawat patroli maritim.

Saat ini, Angkatan Laut India masih mengandalkan pesawat Boeing P-8I Poseidon yang dilengkapi torpedo dan rudal standar untuk operasi antikapal selam.

Namun, torpedo konvensional yang dijatuhkan dari udara mengharuskan pesawat mendekat ke target, sehingga meningkatkan risiko terhadap armada pertahanan India.

Sistem baru yang diusulkan ini memanfaatkan pendekatan hibrida SMART guna membawa torpedo berbobot ringan melintasi jarak jauh.

Kehadiran amunisi jarak jauh ini dinilai akan memberi keunggulan taktis bagi penerbang militer India dalam mengamankan alur laut strategis.

Meskipun proyek inovatif ini diprediksi membutuhkan waktu setidaknya satu dekade hingga siap disiagakan secara operasional, hadirnya teknologi ini dinilai akan memperluas jangkauan tempur dan memperkuat dominasi maritim India di Samudra Hindia. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *