Angola Lengkapi Armada Korvetnya dengan Enam Drone Helikopter HT-100 Naval
ANAVIAAIRSPACE REVIEW – Angola resmi memperkuat benteng pertahanannya di lautan dengan mendatangkan enam helikopter tak berawak HT-100 Naval buatan pabrikan Swiss, ANAVIA.
Pengiriman canggih drone untuk Angkatan Laut Angola ini diselesaikan usai melewati serangkaian uji terbang ketat serta pemeriksaan sistem secara menyeluruh bersama Abu Dhabi Ship Building untuk memastikan seluruh armada siap mengudara dari atas geladak kapal.
Langkah strategis ini menjadi babak baru dalam program modernisasi alutsista Angola. Paket armada tak berawak ini datang super lengkap, dengan sensor elektro-optik dan inframerah modern hingga stasiun kendali maritim yang terintegrasi penuh.
Nantinya, keenam drone canggih tersebut bakal dibagi rata ke tiga kapal korvet BR71 MK II terbaru, di mana setiap kapal akan mengusung dua helikopter sebagai perpanjangan mata dan telinga sistem manajemen tempurnya.
Rotor Ganda
Dirancang khusus untuk menaklukkan medan laut yang ganas, HT-100 Naval tampil tangguh berkat konfigurasi rotor ganda saling mengunci atau sistem Flettner yang menghilangkan kebutuhan rotor ekor.
Arsitektur cerdas ini tak hanya memangkas penggunaan daya, tetapi juga mendongkrak kapasitas muatan hingga 60 kg dan jangkauan operasional hingga 600 km.
Mengudara hingga 6 jam nonstop dengan kecepatan 120 km/jam, drone ini siap menyisir wilayah perairan luas tanpa celah.
Keunggulan utamanya makin terlihat pada teknologi pendaratan otonom berbasis radar.
Sistem canggih ini memungkinkan drone mendarat mulus di geladak kapal bahkan saat dihantam gelombang Sea State 3, tanpa perlu bergantung pada sinyal GPS.
Ditambah lagi, seluruh struktur fisiknya telah dilapisi material antikoros, komponen tahan air asin, serta dilengkapi pelampung darurat dan mekanisme pengunci otomatis di geladak.
Lengkapi Tiga Korvet BR71 MK II
Kehadiran armada drone ini terikat langsung dengan megaproyek pembangunan tiga korvet BR71 MK II senilai 1 miliar euro hasil kolaborasi EDGE Group, ADSB, dan galangan kapal Prancis CMN.
Kapal perang sepanjang 70 meter tersebut dirancang sebagai platform multimisi. Unit pertamanya, NRA Ekuikui II, telah resmi diluncurkan di Cherbourg dan siap dikirim ke Angola pada Oktober 2026 mendatang.
Dengan integrasi HT-100 Naval, korvet anyar Angola kini memiliki jangkuan pengawasan udara yang jauh melampaui batas radar kapal konvensional.
Armada ini siap berdiri di garis depan untuk mengamankan instalasi minyak dan gas lepas pantai, memberantas penangkapan ikan ilegal, melacak kapal mencurigakan, hingga menjaga kedaulatan Zona Ekonomi Eksklusif Angola selama 24 jam penuh. (PN)
