Rahasia Rudal PL-15E China Bocor, Jepang Buru Data Jamming Milik India

Puing-puing rudal PL-15 ditemukan di Punjab India_ Airspace ReviewVia X
Puing-puing rudal PL-15 ditemukan di Punjab India usai Operasi Sindoor 2025.

AIRSPACE REVIEW – Keberhasilan India melumpuhkan dan membongkar rahasia teknologi rudal udara ke udara canggih buatan China, PL-15E, mendadak menjadi sorotan utama dalam agenda latihan tempur udara bilateral “Veer Guardian 2026” antara Angkatan Udara India (IAF) dan Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF).

Latihan taktis ini dijadwalkan berlangsung pada 9–21 September mendatang di Stasiun Angkatan Udara Jodhpur, Rajasthan.

Namun di balik agenda resmi tersebut, Tokyo mengincar data strategis militer India. Data tersebut mencakup wawasan teknik jamming dan perang elektronik.

Operasi Sindoor 2025

Seperti diketahui, pada Operasi Sindoor tahun 2025, pertempuran udara sengit terjadi. Jet tempur Pakistan, termasuk J-10CE pasokan China, melepaskan rudal jarak jauh (BVRAAM) varian ekspor PL-15E untuk menyerang formasi IAF.

Saat pertempuran berlangsung, IAF mengerahkan perangkat Penangkal Elektronik (Electronic Countermeasures/ECM) canggih.

Perangkat tersebut meliputi sistem EW SPECTRA pada jet Dassault Rafale serta pod penjamu khusus pada Su-30MKI. Hasilnya, sistem pemandu rudal musuh terganggu secara signifikan.

Aksi jamming tersebut mengacaukan radar pencari AESA pada tahap terminal serta jalur datalink di pertengahan terbang.

Baca di Sini: Terkonfirmasi digunakan oleh jet tempur Pakistan, puing rudal PL-15 buatan China ditemukan di Punjab India

Akibatnya, beberapa rudal PL-15 kehilangan kuncian sasaran (break lock) dan jatuh dalam kondisi relatif utuh di wilayah India. Puing-puingnya berhasil diamankan di Distrik Hoshiarpur, Punjab.

Puing dan komponen utuh rudal tersebut kemudian diserahkan ke laboratorium Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) untuk dianalisis secara teknis.

Diteliti Ahli India

Selanjutnya para ilmuwan India mempelajari arsitektur pencari AESA secara mendalam. Mereka meneliti modul transmisi-penerimaan galium nitrida/arsenida, frekuensi operasional, pola pemindaian radar, hingga algoritma pemandunya.

Selain itu, DRDO berhasil memetakan kerentanan rudal tersebut. Mereka mengidentifikasi bentuk gelombang spesifik, modulasi frekuensi, dan teknik penjamuan yang sanggup mengecoh logika penangkal elektronik (ECCM) milik rudal.

Intelijen teknis ini tidak hanya memperkuat pertahanan elektronik India, tetapi juga membangun basis data penangkal yang akurat terhadap sistem BVR buatan China di kawasan.

Minat Tokyo terhadap hasil evaluasi EW India berakar dari situasi keamanannya di Asia Timur. JASDF rutin berhadapan dengan jet tempur Angkatan Udara China (PLAAF) di sekitar Laut China Timur dan Kepulauan Ryukyu. Jet-jet China tersebut sudah dilengkapi radar AESA dan rudal BVR modern.

Akses terhadap jejak sinyal elektronik (electronic signatures) dan data penangkal dari pertempuran nyata sangat berharga bagi Jepang. Data ini memberikan validasi operasional yang tidak bisa didapat dari simulasi komputer.

Hadirnya pakar radar dan peperangan elektronik Jepang di antara pengamat internasional makin mempertegas hal tersebut.

Kerja Sama Intelijen Tokyo dan New Delhi

Latihan Veer Guardian 2026 mencerminkan kian eratnya kerja sama intelijen dan teknologi antara New Delhi dan Tokyo dalam menghadapi tantangan keamanan regional.

Latihan ini juga akan mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Jepang mengerahkan jet tempur utamanya ke tanah India secara operasional. JASDF memboyong jet tempur multiperan Mitsubishi F-2A dan sekitar 110 personelnya.

Penerbangan jet F-2A dari Pangkalan Udara Tsuiki di Fukuoka menuju Jodhpur menempuh jarak lebih dari 5.600 km.

Karena bermesin tunggal, jet ini tidak mampu terbang sejauh itu tanpa dukungan logistik. Oleh sebab itu, Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) memberikan bantuan pengisian bahan bakar di udara (mid-air refuelling) di sepanjang koridor transit Asia Tenggara.

Pengerahan ini merupakan kunjungan balasan atas Latihan Veer Guardian perdana pada Januari 2023 di Pangkalan Udara Hyakuri, Jepang.

Kala itu, India mengirim empat jet tempur Su-30MKI, dua pesawat angkut C-17 Globemaster III, dan satu pesawat tanker IL-78. Kedatangan armada Jepang ke India ini mempertegas matangnya arsitektur keamanan antara dua anggota Quad tersebut.

Di luar latihan taktis dan peningkatan interoperabilitas, perhatian kini tertuju pada ketertarikan Tokyo terhadap data peperangan elektronik (EW) milik India. Informasi bernilai tinggi ini didapat India saat berhasil menangkal rudal China dalam pertempuran nyata. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *