Makin Mematikan, Rudal CAKIR Turkiye Kini Bisa Diluncurkan dari Darat, Udara, dan Laut
RoketsanAIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Turkiye, Roketsan, sukses menguji rudal jelajah CAKIR dari platform berbasis darat dalam dua kali penembakan terpisah. Penembakan berhasil mengenai sasaran darat dan laut.
Uji coba tersebut memvalidasi peluncuran yang dibantu pendorong dan transisi ke penerbangan jelajah bertenaga turbojet dan dikombinasikan dengan ketahanan terhadap peperangan elektronik.
Pencapaian ini membawa CAKIR menjadi rudal multidomain, yang sebelumnya telah sukses diluncurkan dari udara dan dapat digunakan menyerang target permukaan air dan darat sekaligus.
Dari Berbagai Platform
Roketsan merancang CAKIR sejak awal untuk dapat diluncurkan dari pesawat sayap tetap dan helikopter, drone udara, kapal permukaan tak berawak (USV), kendaraan beroda taktis, dan kapal perang permukaan.
Tergolong sebagai rudal kompak, CAKIR berdimensi panjang 3,3 m dan 4,1 m dengan booster, diameter 27,5 cm.
Baca di Sini: Akinci berhasil tembakkan Rudal Jelajah Cakir untuk pertama kalinya
Sementara, untuk bobotnya sekitar 275 kg untuk versi diluncurkan dari udara tanpa pendorong, dan 350 kg untuk versi diluncurkan dari permukaan dengan pendorong), serta bermuatan hulu ledak 70 kg.
Mesin Buatan Lokal
CAKIR dibekali mesin turbojet kecil Kale Arge KTJ-1750 buatan dalam negeri, sanggup membuat rudal meluncur dengan kecepatan subsonik 0,85 Mach, dengan jangkauan 150 km.
Rudal menggunakan Sistem Navigasi Inersia (INS), Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS) antigangguan, altimeter barometrik/radar, dan navigasi berbasis topografi. Lalu Pemanduan Inframerah (IIR), Frekuensi Radio (RF), atau hibrida IIR+RF.
Fifur unggulan lainnya adalah rudal berkemampuan pengumpulan data secara berkelompok (swarming), tautan data berbasis jaringan untuk pembaruan target/rute dua arah di tengah penerbangan, dan mengikuti kontur medan di ketinggian rendah. (RBS)
