Diangkut LST JS Kunisaki, Jepang Kirim Bantuan 3 Helikopter Chinook ke Indonesia
Japan MoDAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Jepang resmi mengirimkan personel dari Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) dan tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook ke Indonesia.
Pengiriman personel dan helikopter ini untuk membantu Pemerintah Indonesia menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan.
Pengerahan bantuan dilakukan Tokyo menyusul permintaan resmi dari Jakarta guna mengatasi dampak karhutla yang kian parah pada musim kemarau ini.
Melalui pernyataan resmi di akun X-nya pada Jumat (28/8), Kementerian Pertahanan jepang memberitakan partisipasi mereka dalam operasi penanganan bencana ini.
“Atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang.
Gunakan LST
Menindaklanjuti keputusan tersebut, kapal perang jenis LST (Landing Ship Tank) JS Kunisaki ditugaskan mengangkut ketiga helikopter CH-47 Chinook beserta kru JGSDF. Kapal resmi bertolak dari Jepang menuju Indonesia pada Minggu (30/8).
JS Kunisaki (LST-4003) adalah kapal pendarat tank kelas Osumi (Osumi-class tank landing ship) milik Angkatan Laut Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force/JMSDF).
Sementara helikopter CH-47 Chinook buatan Amerika Serikat yang dioperasikan oleh JGSDF dikenal memiliki daya angkut sangat besar, sehingga dinilai efektif untuk menunjang operasi pemadaman udara (water bombing) serta logistik di area karhutla yang sulit dijangkau.
Heli ini merupakan armada andalan dalam berbagai operasi militer maupun bantuan kemanusiaan Jepang.
Heli dengan konfigurasi tandem rotor (dua baling-baling utama di bagian depan dan belakang) ini dikenal sangat stabil saat bermanuver di ruang udara yang sempit dan berangin kencang, sebuah keunggulan vital saat menerobos kawasan yang diselimuti asap tebal karhutla.
Secara teknis, heli dilengkapi dengan dua mesin turboshaft bertenaga tinggi yang mampu mengangkut beban berat hingga lebih dari 10 ton.
Kemampuan ini memungkinkan Chinook membawa kantong air jumbo (bambi bucket) berkapasitas ribuan liter untuk melakukan pemadaman udara (water bombing) secara efektif di area titik api yang tidak terjangkau oleh personel darat.
Teruji di Berbagai Tempat
Selain peran utamanya dalam pemadaman api, CH-47 Chinook milik JGSDF juga dirancang fleksibel untuk mendukung penanganan darurat lainnya di lapangan.
Bagian kabinnya yang luas sanggup memuat puluhan personel pemadam kebakaran, peralatan mekanis berat, hingga logistik medis dalam jumlah besar untuk disalurkan langsung ke wilayah terdampak karhutla.
Rekam jejak CH-47 Chinook Jepang dalam misi kedaruratan bencana sudah teruji di berbagai peristiwa besar, termasuk penanganan gempa bumi dan banjir bandang di kawasan Asia-Pasifik.
Kehadiran armada udara tangguh ini di Kalimantan diharapkan dapat secara signifikan mempercepat proses pemadaman api serta meminimalkan penyebaran asap karhutla. (PN)
