Tepat di Hari Kemenangan, Jet Supersonik Turkiye HÜRJET Seri Produksi Mengudara

Jet supersonik HÜRJET seri produksi terbang perdana _ Airspace ReviewTUSAS
Jet supersonik HÜRJET seri produksi terbang perdana _ Airspace Review.

AIRSPACE REVIEW – Program penerbangan militer Turkiye mencatat sejarah baru pada Minggu, 30 Agustus 2026. Pesawat jet supersonik HÜRJET unit produksi massal pertama untuk Angkatan Udara Turkiye (TuAF) berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya dengan mengudara selama kurang lebih 18 menit.

Didampingi oleh prototipe pertama proyek tersebut, penerbangan ini menandai transisi krusial dari tahap pengembangan dan uji coba menuju fase produksi massal serta persiapan resmi untuk masuk ke dinas operasional.

Pelaksanaan penerbangan perdana ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan Turkiye, menegaskan kemajuan pesat yang diraih industri kedirgantaraan domestik dalam mengembangkan pesawat berkinerja tinggi.

Konfigurasi Standar TuAF

Berbeda dengan prototipe yang digunakan pada kampanye pengujian sebelumnya, jet yang terbang kali ini sudah mengusung konfigurasi produksi penuh sesuai standar TuAF.

Sebelum mengudara, pesawat melewati serangkaian pemeriksaan intensif di darat yang mencakup evaluasi sistem, uji operasional mesin, dan pengujian pergerakan di landasan.

Setelah sukses lepas landas, pesawat kini memasuki tahap evaluasi penerbangan baru untuk memvalidasi kinerjanya sebelum penyerahan resmi.

Dikembangkan oleh Turkish Aerospace (TUSAS) sejak 2017, HÜRJET dirancang sebagai pesawat latih canggih berspesifikasi tinggi.

Didukung mesin General Electric F404 dengan afterburner, pesawat ini mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 1,4, beroperasi hingga ketinggian 45.000 kaki, serta menahan beban +8G hingga -3G.

Pesawat ini dilengkapi dua kursi tandem, sistem kontrol penerbangan digital, dan tujuh titik pemasangan eksternal untuk membawa persenjataan atau peralatan tambahan.

Meski peran utamanya adalah pelatihan pilot tingkat lanjut, arsitektur modular HÜRJET memungkinkannya menjalankan misi pelatihan tempur, patroli udara, hingga serangan ringan.

Menggantikan T-38M dan F-5

Di lingkungan Angkatan Udara Turkiye, HÜRJET diproyeksikan untuk secara bertahap menggantikan armada Northrop T-38M Talon yang mulai menua, sekaligus menggantikan jet F-5 yang digunakan oleh tim aerobatik nasional Turkish Stars.

Program ini juga memperoleh nilai strategis di tingkat internasional setelah Spanyol memilih HÜRJET untuk sistem pelatihan pilot tempur masa depannya.

Melalui kerja sama TUSAS dan Airbus, sebanyak 30 unit pesawat yang diberi kode SAETA II akan diproduksi untuk menggantikan F-5 Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol.

Baca di Sini: Spanyol akan mengakuisisi 45 jet latih Hürjet dari Turkiye yang dimodifikasi oleh Airbus Defence and Space

Penjualan ini menempatkan HÜRJET di pasar Eropa dan ekosistem pertahanan NATO, sekaligus berpotensi meningkatkan skala produksi dan membuka peluang ekspor di negara lain.

Menuju Kemandirian Pesawat Militer Domestik

Kendati penerbangan perdana ini menjadi tonggak sejarah penting, unit produksi pertama HÜRJET masih harus menjalani serangkaian pengujian penerimaan sebelum resmi diserahkan kepada TuAF.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat strategi jangka panjang Ankara dalam membangun kemandirian produksi pesawat militer domestik, mulai dari pesawat latih canggih hingga pengembangan jet tempur generasi kelima nasional, KAAN.

Keberhasilan program HÜRJET ini pun kian menegaskan komitmen Turkiye untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada pemasok Alutsista luar negeri.

Dengan menguasai teknologi pembuatan jet supersonik mandiri, Ankara tidak hanya mengamankan kedaulatan wilayah udaranya, tetapi juga memosisikan diri sebagai pemain utama dan pesaing baru yang diperhitungkan dalam peta industri pertahanan global. (MA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *