Dongkrak Tekanan ke Moskow, Ukraina Geber Produksi 1.000 Drone Jarak Jauh per Hari

Drone kamikaze jarak jauh Fire Point FP-1 Ukraina.AP
Drone kamikaze jarak jauh Fire Point FP-1 Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Ukraina berencana meningkatkan produksi drone tempur jarak jauh secara signifikan hingga mencapai 1.000 unit per hari. Langkah ini diambil guna memperbesar tekanan militer dan ekonomi terhadap Rusia agar menghentikan agresi militernya.

Saat ini, produksi drone jarak jauh Ukraina baru mencapai rata-rata 300 unit per hari. Target ekspansi produksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, seusai memimpin rapat Markas Komando Panglima Tertinggi pada Rabu (28/8/2026).

“Target kita adalah 1.000 drone per hari untuk serangan jarak jauh ke wilayah Rusia. Saat ini rata-rata kita ada di angka 300 unit. Jumlah ini harus ditingkatkan. Kita memiliki target yang sangat spesifik dan kita akan menyelesaikan tugas ini,” tandas Zelensky dikutip Militarnyi.

Penguatan Sistem Pertahanan Udara

Selain membahas peningkatan kapasitas produksi drone, rapat tersebut juga memfokuskan strategi penguatan sistem pertahanan udara Ukraina dari gelombang serangan Rusia.

Sebelumnya, intensitas serangan udara Ukraina sempat diulas oleh analis militer asal Prancis, Clément Molin, pada April lalu.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan Rusia dan Angkatan Udara Ukraina, Kyiv mencatatkan rata-rata peluncuran 237 drone per hari ke wilayah daratan Rusia.

Serang Pengolahan BBM Rusia

Menurut Zelensky, efektivitas serangan jarak jauh Ukraina sejauh ini berhasil memukul perekonomian dan jalur logistik Rusia, terutama pada sektor pengolahan minyak.

Serangan-serangan tersebut berdampak langsung pada penurunan cadangan bahan bakar minyak (BBM) serta penghentian ekspor bensin Rusia.

Dampak krisis energi di internal Rusia dikonfirmasi oleh laporan Reuters dalam laporannya baru-baru ini.

Laporan tersebut mencatat bahwa produksi bahan bakar minyak di Rusia merosot hingga sekitar 80.000 metrik ton per hari, jauh di bawah tingkat kebutuhan domestik yang mencapai 115.000 metrik ton per hari.

Defisit pasokan ini memaksa Rusia melakukan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, yakni mengimpor bensin serta mengalokasikan anggaran negara untuk menyokong perusahaan minyak domestik.

Di sejumlah wilayah, seperti Rostov-on-Don, pembatasan penjualan BBM di SPBU mulai diberlakukan akibat kelangkaan, menurut laporan tersebut.

Zelensky menilai peningkatan skala serangan drone jarak jauh akan menjadi kunci utama untuk memaksa Moskow duduk di meja perundingan.

Percepatan Produksi Drone Pencegat

Di sisi lain, Presiden Ukraina juga menekankan pentingnya mempercepat produksi drone pencegat (interceptor drones).

Langkah ini dinilai mendesak untuk menangkis peningkatan serangan drone Shahed bermesin jet yang belakangan gencar dikerahkan oleh pasukan Rusia.

“Penting untuk melakukan percepatan signifikan dalam produksi drone pencegat, khususnya untuk menanggulangi drone Shahed bermesin jet,” pungkas Zelensky. (ON)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *