Naik Kelas Jangkauan Serang: Tiga Destroyer Hobart Australia Dibekali Tomahawk dan NSM

HMAS HobartAustralian DoD
HMAS Hobart.

AIRSPACE REVIEW – Kapal perusak HMAS Hobart resmi menjadi unit pertama yang merampungkan program Destroyer Capability Enhancement (DCE) di Galangan Kapal Osborne. Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Laksamana AL Kerajaan Australia, Matthew Buckley.

Proyek modernisasi senilai 4,29 miliar dolar Australia yang dimulai sejak Februari 2026 ini menyasar tiga kapal perusak kelas Hobart, yaitu HMAS Hobart, HMAS Brisbane, dan HMAS Sydney.

Melalui proyek SEA 4000 Fase 6, pembaruan arsitektur sistem tempur ini sukses mengintegrasikan rudal jelajah Tomahawk, rudal SM-6, serta Naval Strike Missile (NSM).

Upgrade skala besar ini juga memperbarui peralatan peperangan elektronik (EW), sistem komunikasi modern, hingga antarmuka sistem tempur terbaru.

Ketiga kapal perusak kelas Hobart yang di-upgrade ini akan tetap beroperasi selama dua dekade lagi.

Aktif Dua Dekade ke Depan

Program DCE ini pada dasarnya merupakan peningkatan di pertengahan masa pakai, bukan siklus pemeliharaan rutin.

Meskipun demikian, setiap kapal tetap mempertahankan Sistem Peluncuran Vertikal (VLS) Mk 41 dengan 48 sel yang sama seperti sebelum peningkatan.

Perubahan sistem tempur utama adalah transisi dari konfigurasi Aegis sebelumnya ke Aegis Baseline 9 dan antarmuka (interface) 9LV buatan Saab Australia, melalui penggantian perangkat keras komputasi, perangkat lunak, dan antarmuka kapal terkait.

Konfigurasi Aegis sebelumnya terutama berpusat pada pertahanan udara armada terhadap pesawat dan rudal antikapal.

Dengan konfigurasi Aegis Baseline 9 ini kapal menjadi berkemampuan multi misi, memperluas sistem tempur menjadi Pertahanan Udara dan Rudal Terpadu (IAMD).

Peningkatan ini memungkinkan kapal untuk memproses dan mengelola pelacakan pesawat, rudal jelajah, dan rudal balistik sekaligus.

Senjata Presisi Baru

Pengintegrasian rudal Tomahawk memberikan kelas Hobart kemampuan serangan jarak jauh presisi dengan jangkauan lebih dari 1.500 km

Diketahui, Australia mengakuisisi lebih dari 200 rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat melalui investasi sekitar 1,3 miliar dolar Australia.

Sementara, untuk sistem pertahanan udara, Australia telah mengalokasikan 7 miliar dolar Australia untuk inventaris SM-2 Blok IIIC dan varian SM-6.

Rudal SM-6 menambahkan pertahanan udara jarak jauh, pertahanan rudal balistik terminal, dan kemampuan antipermukaan sekunder. Sedangkan SM-2 Blok IIIC tetap menjadi bagian dari inventaris pertahanan udara yang lebih luas.

Sedangkan untuk NSM, Australia telah mengalokasikan lebih dari 1 miliar dolar Australia untuk menggantikan Harpoon. Kelebihan NSM adalah bisa diluncurkan dari sel VLS Mk. 41, sedangkan rudal Harpoon harus dari peluncur tabung khusus.

NSM menyediakan senjata antikapal presisi tinggi bagi kelas Hobart, yang sanggup meluncur rendah di permukaan laut dengan kecepatan 0,9 Mach atau 316 m/detik. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *