Genjot Produksi Massal Rudal Hipersonik NXGB, AS Siap Tandingi DF-17 China
Lockheed MartinAIRSPACE REVIEW – Lockheed Martin resmi menjalin kemitraan strategis dengan Albany Engineered Composites untuk mempercepat produksi massal rudal hipersonik bagi militer Amerika Serikat.
Kerja sama ini menggabungkan keahlian puluhan tahun Lockheed Martin dalam integrasi sistem senjata kompleks dengan spesialisasi manufaktur material canggih milik Albany.
Dalam integrasi sistem senjata, Lockheed Martin bertanggung jawab menggabungkan seluruh komponen utama, mulai dari perangkat lunak pemandu, sistem propulsi, hingga penyiapan hulu ledak.
Sementara itu, Albany Engineered Composites yang berbasis di Rochester, New Hampshire, berfokus pada penyediaan material komposit serat berlapis sebagai pengganti logam tradisional.
Kecepatan 5 Mach
Struktur komposit ringan berdaya tahan tinggi ini dirancang khusus agar mampu menahan gesekan panas dan tekanan ekstrem saat melesat di atas kecepatan 5 Mach.
Kedua perusahaan bersiap mengejar kontrak produksi skala penuh di bawah program strategis Pentagon yang dikenal sebagai inisiatif Arsenal of Freedom.
Program Arsenal of Freedom ini diluncurkan untuk mendorong para kontraktor pertahanan AS meningkatkan volume manufaktur senjata secara signifikan dalam waktu yang lebih singkat.
Saingi DF-17 China
Langkah masif tersebut diambil AS demi merespons kemajuan pesat militer China yang telah lebih dulu mengoperasikan sistem senjata hipersonik di kawasan.
Beijing dilaporkan telah melakukan penyebaran massal rudal balistik jarak menengah DF-17 yang dilengkapi wahana luncur Hypersonic Glide Vehicle (HGV).
Baca di Sini: China kerahkan kendaraan peluncur hipersonik rudal balistik antikapal DF-17
DF-17 dirancang untuk melakukan serangan presisi tinggi dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Menjawab tantangan tersebut, Lockheed Martin mengandalkan pengembangan Next-Generation Hypersonic Glide Body (NXGB) sebagai modal utama pertahanan AS.
NXGB dirancang dengan fleksibilitas tinggi agar dapat diluncurkan dari berbagai platform tempur di darat, laut, maupun udara guna mendukung strategi pencegahan AS di medan pertempuran. (RBS)
